Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Muslim Menyamar Dan Melecehkan, Petinggi Katolik Protes

Gereja Katolik di Malaysia mengkritik pihak yang berwenang karena tidak mendakwa dua wartawan Muslim yang menyamar dan menyambut komuni di gereja.
Kedua orang itu memasukkan roti komuni ke dalam mulut mereka dan kemudian meludahkannya keluar.
Uskup Agung Kuala Lumpur, Murphy Pakiam, mengatakan kedua orang tersebut menghina gereja dan dengan tidak mendawa mereka, pihak berwenang berarti membolehkan tindakan itu.
Insiden ini merupakan bagian dari serangkaian kejadian yang meningkatkan ketegangan di Malaysia yang berpenduduk mayoritas Muslim.
Kedua wartawan mengatakan mereka menghadiri misa gereja untuk mengecek laporan tentang pemurtadan warga Muslim secara ilegal, tetapi tidak menemukan buktinya.
Meskipun bukan Katolik orang bisa saja menghadiri misa, namun gereja tidak membolehkan mereka yang tidak dibaptis menerima roti komuni yang suci.

Ketidaktahuan?
Uskup Agung Pakiam menuntut permintaan maaf dari kedua wartawan Muslim itu dan dari majalah yang menerbitkan cerita tentang tindakan mereka.
“Kedua wartawan memperlihatkan pelecehan terhadap masyarakat Katolik ketika mereka mengaku menerima dan meludahkan Makanan Suci,” kata uskup dalam jumpa pers.
Ia mengatakan insiden itu “tidak baik bagi keharmonisan dan ketenteraman antaragama” di Malaysia.
Majalah bulanan berbahasa Melayu, Al-Islam, mengatakan kedua wartawannya meludahkan roti komuni karena tampak sudah digigit orang lain.
Umat Katolik yakin roti suci berubah menjadi tubuh Kristus dalam perayaan misa.

Tidak didakwa
Jaksa Agung Malaysia, Abdul Gani Patail, mengatakan kedua wartawan itu tidak memahami kesucian biskuit itu.
“Tindakan kedua reporter itu telah melukai perasaan orang tetapi saya merasa lega karena mereka tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Semata-mata karena ketidaktahuan,” demikian pernyataan Patail.
“Karena itu dilihat dari situasi saat itu dan demi kepentingan hukum ketenteraman dan keharmonisan, saya memutuskan untuk tidak mengenakan dakwaan terhadap mereka.”
Wartawan BBC di Malaysia, Jennifer Pak, mengatakan warga non-Muslim merasa hak mereka untuk menjalankan ajaran agama terancam di Malaysia.
Protes terhadap keputusan pengadilan pada bulan Desember bahwa non-Muslim boleh memakai kata “Allah” memicu pemerintah untuk mengajukan banding.
Pembakaran terhadap sejumlah gereja kemudian terjadi, sedangkan kepala babi diletakkan di beberapa masjid. BBC

5 Maret 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: