Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Belasan Senjata Api Masih Digunakan Kelompok “Jamaah Islamiyah”

Banda Aceh -Polisi menduga belasan senjata api masih digunakan kelompok yang diduga sebagai jaringan Jamaah Islamiyah. Hingga kini baru satu senjata api jenis M-16 dan beberapa amunisi senjata jenis AK yang disita dari anggota kelompok yang tertangkap.
Sinyalemen itu dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Inspektur Jenderal Adityawarman. “(Senjata api) Itu yang belum kami temukan. Kami akan dalami terus dari mana asal benda tersebut,” kata Adityawarman di Banda Aceh, pekan lalu.
Ia mengatakan, kelompok itu sebenarnya telah diamati satuan khusus Polda NAD sejak enam bulan lalu. Hasilnya, kelompok itu memiliki belasan senjata api dan sejumlah senjata kayu yang biasa digunakan untuk berlatih.
Data dari Polda NAD menyebutkan, tujuh orang ditahan dengan sangkaan tindak pidana terorisme. Bersamaan dengan penangkapan tiga orang di sebuah rumah di kawasan Sare, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, tim gabungan menyita satu pucuk senjata api jenis M-16, satu senjata rakitan, senjata kayu, dan belasan butir peluru untuk senjata jenis M-16 dan AK.
Senjata api dan amunisi yang disita diperoleh polisi saat menggeledah bagian plafon rumah kontrakan tersebut.
Keterangan lain yang dihimpun di kepolisian, tim pertama yang melakukan penyergapan di kawasan Krueng Lintang, Jantho, Aceh Besar, menemukan kamp yang diduga digunakan tempat tinggal kelompok itu. Mereka diduga beranggotakan 50 orang dan berdiam di satu lokasi khusus dengan pepohonan rapat.
Untuk tempat tinggal, mereka menyusun batang-batang kayu yang digunakan sebagai kerangka tenda. Untuk tenda, diyakini kelompok ini menggunakan terpal. Polisi mengamankan beberapa barang bukti, seperti pisau komando, pisau lempar, teleskop, ransel, VCD, perlengkapan pakaian, dan tenda seragam. Selain itu, polisi juga mengamankan baju lain bertuliskan “abu mush’ab” dan rompi motif loreng.
Saat menyisir lokasi yang diyakini sebagai tempat tinggal, polisi juga menemukan rangka tenda, arang sisa pembakaran, sangkur, dan sebuah lubang dengan kedalaman lebih kurang 1 meter. Namun, polisi pun belum bisa memastikan kegunaan dari lubang tersebut.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NAD Komisaris Besar Farid A Solekh pekan lalu menyatakan, Mabes Polri mengambil alih semua pengejaran terhadap kelompok tersebut. “Seluruh keterangan nantinya diberikan langsung oleh Mabes,” tuturnya. Kompas

1 Maret 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: