Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Polda NTT akui kurang koordinasi


Makin banyak pencari suaka masuk Australia lewat Indonesia

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengakui kaburnya kapal yang membawa 41 pencari suaka dari Afghanistan dan Turki terjadi karena kurangnya koordinasi antar aparat.
Pengakuan ini berbeda dengan pernyataan pihak Polda NTT sehari sebelumnya bahwa polisi setempat ditipu oleh sindikat penyelundup
manusia yang menelpon dan mengaku sebagai Komandan Satgas Penyelundupan Manusia Kupang yang memerintahkan Polsek Sabu Barat agar para pencari suaka itu dipindahkan ke Kupang.
Mereka seharusnya dipindahkan dengan kapal dari Pulau Sabu, tempat mereka ditangkap enam minggu yang lalu, untuk diserahkan kepada pihak imigrasi di Kupang.
Namun kapal yang membawa mereka tenyata berlayar ke Pulau Pasir di Australia.
Kapolda NTT Brigadir Jenderal (Pol) Antonius Bambang Suedi menjelaskan berdasarkan pemeriksaan awal terhadap Kepala Polsek Sabu Barat dan konfirmasi dengan Komandan Satgas Penyelundupan Manusia Kupang, perintah pemindahan para imigran memang benar.

“Kapolsek ternyata memang mendapat perintah dari Dan Satgas, yang saat itu berada di Jakarta. Skenario ini sama dengan pada waktu kami memindahkan 14 orang pertama ke Kupang,” kata Brigjen Bambang.
Namun Brigjen Bambang menambahkan bahwa kesalahan terjadi ketika kapal yang membawa mereka dibolehkan berlayar ke Kupang sebelum Polisi Air datang.
“Pada waktu kapal ini dilepas, kapal Pol Air kami yang seharusnya menggiring kapal itu ke Kupang belum siap dan masih berada di Kupang. Sehingga kapal itu berbelok ke sana [Australia]. Kapolsek melapor kepada Wakapolda dan dia memerintahkan agar kapal para imigran diberangkatkan sambil menunggu kapal Pol Air menyusul,” ujar Bambang.
Hal ini, menurut Bambang, merupakan kesalahan besar. Kapal yang membawa para pendatang itu seharusnya menunggu kapal Polisi Air tiba di Pulau Sabu untuk menggiring sampai ke Kupang.

Tak ada suap
Sebelumnya ada warga setempat yang menuduh aparat Polsek Pulau Sabu menerima suap agar membiarkan para pendatang gelap itu bebas berlayar ke Australia.
Namun Brigadir Jenderal (Pol) Antonius Bambang Suedi mengatakan kemungkinan ini kecil karena perintah pemindahan tersebut diketahui oleh Muspida, Pangkalan TNI AL (Lanal) dan Koramil, yang mendapat pemberitahuan dari Wakil Kapolda NTT.
Dia memperkirakan, setelah mulai berlayar tanpa pengawalan, kapal yang membawa 41 pendatang itu kemudian berubah arah ke tujuan asal para imigran semula, yaitu Australia.
“Pol Air belum berada di Sabu, sehingga di lapangan kapal dibelokkan ke sasaran utama [Australia]. Kemungkinan si nakhoda kapal dipaksa oleh para imigran untuk berlayar ke sana. Mungkin juga mereka memang anggota sindikat penyelundupan manusia. Dugaan-dugaan ini belum bisa kami buktikan,” kata Bambang. BBC

27 Februari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. Kupang termasuk kota terkorup kan?

    Komentar oleh Us | 27 Februari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: