Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Ormas Islam Menyegel Gereja, Kebijakan Diam-diam Pemerintah Indonesia?

Bekasi -Intimidasi, kekerasan serta pemberangusan rumah-rumah ibadah kaum minoritas di Indonesia, nampaknya mejadi kebijakan diam-diam para petinggi Indonesia. Ini dibuktikan dengan melenggang kangkungnya para pelaku kejahatan kemanusiaan, terutama FPI, organisasi-organisasi Islam radikal lainnya maupun perorangan, terus melakuan pemberangusan rumah-rumah ibadah kaum minoritas di sekitar mereka.
Seperti kejadian barusan yang dilansir Metrotvnews: ratusan muslim dari 16 organisasi masyarakat Islam di Bekasi, Jawa Barat, ramai-ramai menutup paksa Gereja Galileo di Perumahan Taman Galaxy, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan. “Keberadaan gereja meresahkan. Gereja dilarang beroperasi sejak pagi ini,” ujar Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, Murhali Barda,
Menurut Murhali, warga resah karena munculnya upaya Kristenisasi pengelola Gereja. Internal Gereja acapa menggelar pembagian sembilan bahan kebutuhan pokok murah, tapi dengan embel-embel mengakui Yesus sebagai Tuhan mereka.
Murhali menambahkan, di kawasan itu telah berdiri enam Gereja dan sejumlah rumah tempat tinggal dialih fungsikan menjadi tempat beribadah. “Pada malam hari, pujian terhadap Tuhan mereka dalam bentuk nyanyian mengganggu waktu beristirahat warga,” kata Murhali.
Murhali yakin, izin pembangunan gereja belum lengkap. Warga setempat pun belum mengizinkan. “Buktinya, sampai sekarang masih banyak spanduk penolakan warga,” Murhali menambahkan.
Dewan Dakwah Bekasi (DDB) bersama Ormas Islam lainnya memperotes keras pendirian Gereja Galilea. Mereka mendesak pihak berwenang seperti Forum Kerukunan Umat Beragama dan pemerintah setempat menutup aktivitas itu.

Sementara itu kita bisa tengok di daerah kantong-kantong Kristen maupun Hindu/Budha, tindakan-tindakan amoral seperti yang diperagakan FPI serta beberapa elemen Islam radikal itu nyaris atau bahkan sama sekali tak terdengar. Padahal kita ketahui, dimanapun masjid berdiri selalu nyaris tak ada kegiatan-kegiatan tanpa pengeras suara berupa Toa, termasuk azan lima kali sehari, yang kedengaran hingga radius 2 hingga 3 km. Apalagi saat subuh! Beberapa masjid tersebut bahkan hanya ada 1 atau 2 Kk muslim dengan belasan atau puluhan Kk umat non muslim yang langsung berbatasan dengan masjid.
Adalah sangat memalukan bila hal-hal yang sering dipermasalahkan para pelaku anarkis di kantong-kantong muslim itu, tidak pernah dipermasalahkan di daerah-daerah non muslim.
Lebih mengherankan lagi, tidak ada tindakan tegas dari pemerintah setempat untuk menggagalkan ataupun menangkapi para pelaku-pelaku kriminal yang mengatasnamakan agama terutama Islam itu. Apakah mereka memang sengaja dipakai untuk hal-hal seperti itu? Padahal kita tau bahwa negara wajib melindungi rakyatnya, termasuk melaksanakan ibadah tersebut.

16 Februari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , ,

4 Komentar »

  1. Mereka-para penyegel itu adalah manusia-manusia tak bermartabad. Mereka begitu bangga dengan wajah brutalnya yang lebih mirip drakula yang haus akan darah orang-orang benar. Mereka bangga dengan kejahatan-kejahatannya yang lebih mirip si iblis yang dengki melihat manusia-manusia saleh mendekatkan diri sama penciptanya.

    Komentar oleh Najib | 18 Februari 2010 | Balas

  2. Wah, pindah dong ke kalimantan timur. Di sini banyak gereja yang berdiri. Tapi berhubung yang beragama Kristen sudah banyak, sepertinya missionaris enggan melakukan kristenisasi apalagi bagi-bagi sembako.

    Komentar oleh Fitri | 25 Februari 2010 | Balas

  3. biarlah begitu …langsung ketauan ko mana yang berdasarkan kasih mana yg dengan pedang.. Saya tinggal di Manado – Sulut 90% Kristen…. tapi pernah denger mesjid ditutup disini..???? kaya mereka menutup Gereja ….disana…. ???

    Komentar oleh Jhon | 28 Februari 2010 | Balas

  4. saya, heran knapa mereka (FPI) dan ormas Islam yang lain begitu biadabnya, menutup gereja-gereja dengan alasan mengganggu ketentraman, sementara kami yang ada di Papua mayoritas Kristen hidup dengan penuh KASIH, tanpa mencederai Saudara Muslim yang beribadah, sekalipun dengan Toa yang keras terdengar, tapi bagi kami ibadah tetap ibadah “karena itu adalah hak yang paling mendasar/prinsip” bagi setiap umat.

    Komentar oleh vicky | 27 Agustus 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: