Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Wah, KPK Mafianya, atau Ada Mafia Hukum di KPK?

Ini sungguh gawat, bila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang wajib memberantas korupsi, justru menjadi mafia pada kasus-kasus korupsi yang ditanganinya. Mungkin ini kecurigaan yang berlebihan?. Tapi dengan menyimak apa yang diungkapkan pihak keluarga Raden Saleh Abdul Malik, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Customer Management Service (CMS) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jawa Timur, bolehlah anda mereka-reka seperti apa itu KPK -kalau pun anda mempercayai cerita ini .
Ayah Raden, Abdul Malik M. Aliun mengaku telah menyerahkan uang Rp 4 miliar kepada seseorang yang tahu secara rinci kasus yang menjerat anaknya di KPK. “Bagaimana bisa orang ini mengetahui kasus secara rinci, identitas anak saya, aset anak saya, alamat anak saya. Saya duga ada informasi dari dalam KPK,” kata Abdul Malik.
Diceritakan, anaknya yang juga Komisaris Utama PT Altelindo Karya Mandiri telah didatangi seorang yang mengaku sebagai Amoriza Harmonianto alias Obi. Saat itu, Raden Saleh Abdul Malik berstatus sebagai saksi dugaan korupsi PLN Jawa Timur yang sedang ditangani KPK.
Obi mengaku bisa mengurus kasus itu sehingga Raden tidak ditetapkan sebagai tersangka. Untuk itu, menurut Abdul Malik, Obi meminta uang sebanyak Rp 8 miliar. “Obi mengaku disuruh oleh Ari Muladi,” kata Abdul Malik di Jakarta, Jumat (12/2).
Awalnya Raden menolak permintaan Obi. Namun setelah merasa khawatir, Raden memenuhi permintaan itu. Penyerahan uang dilakukan dalam tiga tahap yaitu Rp 1miliar pada 9 Juli 2009, Rp 750juta pada 10 Juli 2009, dan Rp 2,14 miliar pada 24 Juli 2009. Sedangkan sisa uang rencanannya diserahkan setelah perkara selesai.
Beberapa bulan kemudian, Obi kembali meminta kekurangan pembayaran, namun permintaan ditolak karena perkara masih berjalan. Karena permintaan tidak dipenuhi, menurut Abdul Malik, Obi mengancam Raden akan segera ditetapkan sebagai tersangka. Tidak berselang lama, KPK memanggil Raden untuk diperiksa sebagai tersangka, bukan lagi sebagai saksi.
Panggilan itu disampaikan melalui surat panggilan bernomor Spgl-2308/23/XI/2009 tertanggal 2November 2009. Surat tersebut ditandatangani Direktur Penyidikan KPK, Suedi Husein. Sehari setelah itu, Raden ditahan melalui surat peberitahuan penahanan bernomor B-116/23/11/2009 yang juga ditandatangani Suedi Husein.
Untuk mengurus perkara anaknya, Abdul Malik juga mengaku ditemui seorang bernama Rizal dan Edi Soemarsono yang mengaku pegawai KPK. Pertemuan yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di Cilandak, Jakarta Selatan itu diprakarsai kawan Abdul Malik yaitu Djamal Azis yang juga anggota DPR dari Fraksi Hanura.
Menurut Abdul Malik, Rizal yang diduga bekerja sebagai staf IT di KPK telah menghubungi Djamal Azis. Rizal memberitahu bahwa anak Abdul Malik sedang terjerat kasus di KPK. “Djamal Aziz adalah teman lama pak Abdul Malik. Djamal kenal dan tahu Rizal bekerja di KPK, mereka adalah teman pengajian,” kata Jufri Taufik, pengacara keluarga Abdul Malik.
Menurut Abdul Malik, Edi Soemarsono dan Rizal meminta uang Rp 20 miliar untuk mengurus kasus Raden. Namun, permintaan itu tak dipenuhi. Abdul Malik mengaku telah melaporkan kasus itu ke petinggi di KPK, Polri, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah. Dia juga melaporkan dugaan mafia hukum ke Ketua Mahkamah Konstitusi Mafud MD.
Abdul Malik berharap DPR membentuk tim untuk mengungkap dugaan mafia hukum di KPK. Seperti diberitakan, Ketua MK telah melaporkan dugaan mafia hukum di KPK kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, pimpinan KPK mengaku belum menemukan keterkaitan antara orang yang mengaku bisa mengurus kasus dan pegawai KPK. Liputan6

12 Februari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , ,

1 Komentar »

  1. Ini negerinya para koruptor bung…!

    Komentar oleh Anonim | 12 Februari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: