Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Jangan Beri Kesempatan Teroris Konsolidasi

Oleh Bari Muchtar (Nadia Noma)
Rabu (10/2) salah seorang yang terlibat bom hotel J.W. Marriot dan Ritz Carlton 17 Juli 2009 lalu dihadapkan ke muka hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Amir Abdillah dituduh melangggar UU Anti Teror karena menampung para teroris pelaku bom tersebut.
Menurut Noor Huda Ismail, pakar muslim radikal dan direktur Consulting Group Sekurindo, jaringan teroris ini terdiri dari berbagai ‘kasta’. Amir Abdillah termasuk ‘kasta’ kurir.

Jangan sampai naik kasta
Untuk mencegah berkembangnya kelompok radikal ini harus diupayakan agar orang seperti Amir ini tidak naik kedudukannya ke tingkat perencana atau pelaku. “Jangan sampai naik kasta,”katanya. Caranya yaitu dengan berusaha menyadarkan para kurir.
Noor Huda menyebut kasus Urwah sebagai contoh. Urwah ini terlibat dalam pengeboman kedutaan Australia.
“Arwah yang dulunya kurir, tetapi karena belum ada pendekatan yang sistematis di dalam penjara, sehingga ketika keluar dari penjara ia berubah menjadi planner (perencana,red), bahkan menjadi pemain.”
Gerakan terosi ini, menurut Noor Huda, terdiri dari tiga kelompok utama besar: perencana, pelaku dan kurir. Golongan terakhir ini bertugas sebagai pendukung atau supporting. Dan mereka ini tidak mengetahui semua dan belum tentu juga sepakat dengan rencana para pemimpin.
“Belum tentu mereka sepakat dengan aksi pemboman, tetapi karena mungkin ia ngaji bareng atau mungkin dari kelompok yang sama, mereka susah untuk bilang: tidak.”
Noordin M. Top
Setelah tewasnya Noordin M. Top, menurut Noor Huda, diharapkan serangan teroris akan berkurang. Karena, lanjutnya, tidak ada figur yang mempunyai kemampuan sebagai manajer. Noordin, katanya, sebenarnya bukanlah seorang ahli agama. Kehebatan warga Malaysia ini, menurut Noor Huda, adalah kemampuannya merekrut dan memobilisasi.
“Ia tahu siapa yang bisa menjadi kurir. Ia tahu orang yang bisa merakit bom. Lalu ia jadikan sebuah tim kecil yang solid.”
Meski Noordin M. Top sudah tiada lagi, namun Noor Huda, yang mantan santri Ngruki ini, memperingatkan agar pemerintah tidak lengah. Ia khawatir kelompok radikal tetap akan berupaya untuk bangkit dengan tetap melakukan konsolidasi internal.
“Hari ini pun itu masih terjadi,” katanya. RNW

11 Februari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Bikin jera untuk hukuman Teroris

    Salam
    http://iklanbaris-gratis.org

    Komentar oleh molinbangunan | 11 Februari 2010 | Balas

  2. Setuju, masyrarka juga mesti pro aktif melaporkan bila ada kegiatan warga sekitar yang mencurigakan. Kita pada bosan dengan kekerasan demi kekerasan yang mereka ciptakan. Kedamaian yang ada mestinya kita syukuri, bila perlu kita tingkatkan agar bangsa-bangsa lain, terutama non muslim menghargai kita sebagai bangsa yang beradab.

    Komentar oleh Nurul | 12 Februari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: