Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Serangan-serangan Terhadap Freeport, Mungkinkah Rebutan Lahan Antara TNI dan Polri?

Polisi Republik Indonesia terus melakukan serangkaian tindakan untuk mengungkap orang-orang bersenjata yang paling bertanggung jawab atas berbagai serangan di Papua. Seperti diketahui, Kelly Kwalik yang selama ini dituduh sebagai dalang dibalik penyerangan ke areal Freeport telah tewas tertembak 16 Desember 2009 lalu namun, penembakan, terutama pada areal pertambangan emas dan tembaga, Freeport, masih saja terus terjadi.
Terakhir insiden penembakan di areal PMA milik Amerika itu terjadi lagi pada Minggu (24/01/10) pagi terhadap rombongan bus nomor lambung 140-177 yang dikemudikan Iskandar, bus nomor lambung 140-176 yang dikemudikan Tamami Engkeng dan mobil GRF 01-3378 dari Tembagapura menuju Kuala Kencana.
Dalam kejadian itu, tiga anggota polisi dan enam karyawan Freeport termasuk salah satu warga negara asing terluka.
Ketua Komisi A, pada Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Ruben Magay, yang mengaku heran atas serangkaian serangan pasca kematian Kelly Kwalik, orang yang selama ini dituduh sebagai dalang atas berbagai penembakan itu, mendesak aparat Kepolisian Daerah (Polda) Papua agar segera mengungkap pelaku penembnakan itu.
“Polda harus segera mengungkap pelaku penembakan di Freeport agar jangan sampai menimbulkan kecemasan dan kecurigaan dalam masyarakat tentang aktor intelektualnya.”
Dia bahkan menaruh kecurigaan adanya konspirasi dibalik penyerangan tersebut, “Polisi harus bekerja sungguh-sungguh dan jujur untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Jangan ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan,” katanya.
Senada itu, Peter King, pengamat dari Proyek Papua Barat dari Sydney University, mengatakan, bukan pejuang kemerdekaan Papua seperti OPM yang bertanggung jawab atas kekerasan itu, melainkan polisi dan tentara yang katanya saling berebut untuk melaksanakan penjagaan keamanan di tambang itu.
Dikatakannya, bukti menunjukkan OPM tidak punya kapasitas militer yang terlihat pada serangan-serangan itu dan juga sangat jelas penangkapan pemberontak Papua tidak menyebabkan berhentinya penyerangan.
Tanpa adanya masalah di Papua Barat, TNI akan sulit memberikan alasan yang membenarkan penempatan ratusan ribu tentara di Papua.

27 Januari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , ,

2 Komentar »

  1. Sepertinya iya ya?

    Komentar oleh Angga | 27 Januari 2010 | Balas

  2. Artikel bagus, salam!

    Komentar oleh Simon | 28 Januari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: