Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Tiga Rahasia Seksual Perempuan


TUBUH perempuan menyimpan sejumlah rahasia menakjubkan, terlebih, yang berhubungan dengan seksualitas. Faktanya tidak sedikit lelaki yang kesurupan kala melihat perempuan yang agak tersingkap busananya. Tak heran, agama tertentu terpaksa mewajibkan kaum ini menutupi tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bisa saja. Tapi sekarang justru saya mengajak anda untuk mengintip tubuh perempuan, yuk!

Upsuck theory
Deborah Blum, penulis buku Sex on the Brain, menampilkan sebuah gagasan baru mengenai orgasme pada perempuan, yang disebut dengan istilah upsuck theory. Intinya, ketika seorang perempuan mencapai klimaks, otot-otot vagina tertarik ke atas sehingga membantu sperma mencapai rahim dan meningkatkan kemungkinan terjadi kehamilan.
Akan tetapi, beberapa ahli biologi evolusioner menyatakan bahwa orgasme pada perempuan juga bertindak sebagai mekanisme kontrol kualitas, yang mencegah perempuan dari kemungkinan memeroleh keturunan dari lelaki yang tidak mereka inginkan.

Reaski fisiologis
Mengapa perempuan kadang tertawa atau menangis setelah berhubungan seks? Menurut Pepper Schwartz, Ph. D., penulis buku Everything You Know About Love and Sex Is Wrong, hal tersebut kemungkinan besar merupakan reaksi fisiologis yang terjadi akibat berhubungan intim. Orgasme menyebabkan pelepasan hormon-hormon yang memiliki pengaruh kuat seperti dopamin, epinefrin dan oksitosin, yang semuanya menggusarkan emosi.
Selain itu, tawa dan tangisan tersebut juga dapat dipertimbangkan sebagai tanda dari ikatan yang intim dan mendalam antara Anda dengan pasangan.

Bercinta dan terlelap
Perempuan sering mengeluh tentang pasangan mereka yang bisa langsung terlelap usai berhubungan seks. Sementara bagi perempuan, perlu waktu sekitar 15-30 menit untuk menenangkan diri setelah meraih orgasme.
Bagi lelaki, semua aliran gairah itu memang langsung berakhir setelah aktivitas bercinta selesai. Sedangkan perempuan membutuhkan lebih banyak waktu hingga kondisi tubuh kembali normal, mulai dari berkurangnya pembengkakan payudara, klitoris kembali ke posisi normal, rahim menyusut dan vagina kembali mengempis, serta stabilnya denyut nadi, tekanan darah, dan irama pernapasan.

25 Januari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: