Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

13 Pembobol Bank Ditangkap, Berikut Modusnya


Jakarta -Hingga saat ini kepolisian telah berhasil menangkap 13 orang yang diduga sebagai pelaku pembobol rekening para nasabah dari enam bank besar di beberapa wilayah Indonesia. Sementara kepolisian terus mengembangkan penyelidikan, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang menginformasikan, dari 13 tersangka, yang diketahui berdomisili di Jakarta Kalimantan dan Bali itu, sebagiannya merupakan profesional yang sangat menguasai pembobolan uang nasabah melalui ATM.
“Sebagian sangat menguasai. Dari pelaku ada juga residivis kasus pemalsuan kartu kredit,” ucapnya di Mabes Polri, Sabtu (23/1/2010).
Dari para tersangka ditemukan 264.000 kartu ATM berserta nomor PIN. Namun Edward tidak bisa memastikan kevalidan data digital kartu ATM milik nasabah tersebut.
“Bisa aja ada yang sudah tutup rekeningnya,” ujarnya.
Selanjutnya Edward juga menjelaskan modus operandinya yang dikatakan ‘cara lama’.
“Modus yang digunakan cara lama. Ada empat modus,” ucap mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur ini.
Seperti apa empat modus yang dipergunakan para pembobol rekening milik nasabah tersebut? Berikut penjelasannya:

Modus pertama, pelaku mencuri data digital kartu ATM nasabah dengan skimmer yang terpasang di mesin ATM. Kemudian untuk mencuri nomor PIN nasabah, pelaku menggunakan bantuan kamera pengintai yang terpasang di dalam ruang ATM atau dengan mengintip langsung ketika nasabah mengetik nomor PIN.
Pelaku kemudian menyalin data ke kartu palsu dan selanjutnya menguras tabungan nasabah.

Modus kedua, pelaku memasang suatu alat di dalam mesin ATM untuk menjepit kartu ketika nasabah memasukkan kartu. Pelaku juga memasang stiker palsu di body mesin. Di stiker tertulis nomor hotline palsu yang dapat dihubungi jika mengalami gangguan.
Setelah kartu tertahan di dalam mesin, korban kemudian menghubungi nomor hotline tersebut dan diterima oleh petugas bank gadungan. “Petugas gadungan pura-pura minta indentitas nasabah seperti nama, alamat, tanggal lahir. Terakhir dia minta nomor PIN,” ucap Ito.
“Bagi yang tidak paham, jujur saja menceritakan. Petugas itu langsung bilang kartu anda tertahan. Besok saja tunggu konfirmasi,” ucap dia. Setelah korban pergi, pelaku kemudian mendatangi mesin ATM dan mengambil kartu korban lalu menguras tabungan.

Modus ketiga– hampir sama dengan modus kedua. Namun modus ketiga, pelaku tidak menggunakan stiker tapi pelaku sendiri yang menghampiri korban dan menyarankan kepada korban untuk menghubungi call center 14000. “Tapi ketika dihubungi yang terima operator gadungan,” ucap Edward. Selanjutnya sama dengan modus ketiga.

Modus keempat, pelaku mencuri data digital kartu ATM berserta nomor PIN lalu menjualnya kepada pelaku lain seharga Rp 1 juta perdata. Kompas

Bookmark and Share

23 Januari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: