Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Oknum Polisi Penyiksa Pemaku Tangan Kasman Sudah Aktif Lagi


Brigadir Nafri, anggota polisi Polres Kota Gorontalo, pelaku pemaku tangan Kasman Noho, telah dinyatakan bebas setelah menjalani hukuman 21 hari di dalam ‘sel khusus’ institusinya, dia kini kembali bertugas. “Yang bersangkutan kembali bertugas seperti biasa,” aku Kapolres Kota Gorontalo,
Ajun Komisaris Besar (Pol) Yosal Zein. Seperti diberitakan beberapa media, Nafri diduga memaku tangan Kasman, tersangka pencurian sepeda motor.
“Tanggal 28 Desember dia sudah dikeluarkan dalam sel khusus,” terang Zein yang juga sekaligus atasan Nafri.
Dijelaskan sanksi disiplin yang diterapkan kepada Nafri itu, juga sesuai dengan prosedur kepolisian, dan yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya. Terkait gugatan hukum yang akan dilakukan keluarga Kasman Noho, Yosal mengatakan bahwa hal itu sudah diserahkan kepada pihak kepolisian daerah (Polda) Gorontalo.
Menurut Kapolres, dua anggota polisi lainnya, yakni Dedy dan Taufik yang turut bersama Nafri saat terjadi penyiksaan kepada Kasman itu, tetap diproses namun tidak diberi sanksi penjara di sel khusus.
“Karena yang memaku tangan si Kasman itu hanya Nafri, maka hanya dia saja yang di sel khusus,” Kata Yosal yang mengaku tengah mengupayakan agar kasus tersebut juga diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak korban.
Kasus itu berawal pada 1Desember 2009 saat Kasman Noho dijemput polisi di rumahnya, di desa Moutong, Kecamatan Tilong Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Dia dituduh mencuri sepeda motor, milik koperasi “Fadillah”, tempat lelaki berusia 24 tahun itu bekerja.
Saat diinterogasi, Kasman mengalami berbagai penganiayaan, yang berujung pada pemakuan kedua belah tangannya. Kasman tetap bersikukuh, dirinya tidak mencuri sepeda motor yang dimaksud itu.
Penyiksaan Kasman Noho ini terungkap setelah keluarga Noho mengadukan kasus ini pada wartawan. Ibu korban, Radi Yusuf (40), mengaku, saat anaknya mengalami penyiksaan tersebut selalu dihalangi untuk menemui buah hatinya itu. Setelah beberapa kali digagalkan oleh pihak Polres Kota Gorontalo, akhirnya perempuan itu berhasil menemui anaknya di tahanan, untuk selanjutnya dibawa kerumah sakit setempat.
“Saya membawa anak saya ke rumah sakit karena kondisinya memang sudah babak belur,” katanya.
Kini semuanya sudah mulai membaik. Derita luka akibat pemakuan itu maupun memaran akibat pemukulan di sekujur tubuh Kasman Noho mengarah pada penyembuhan, yang mungkin akan meninggalkan bekas-bekas disana. Dan mungkin trauma terhadap aparat pengayom serta pelindung masyrakat itu mungkin juga akan hilang.
Timbul suatu pertanyaan, bagaimana bila kasus penyiksaan itu dilakukan oleh masyrakat biasa terhadap personil Polri? Mungkinkah pelaku penyiksanya akan mendapat serbuan para rekan polisi itu lalu mendapat perlakuan yang lebih mengerikan lagi? Atau, mungkinkah pelakunya hanya mendapat tahanan 21 hari saja atas tindakan tersebut tanpa kekerasan dari aparat polisi? Perasaan hati, hukuman ‘cuma’ 21 hari dalam ‘sel khusus’ itu mustahil terjadi pada masyrakat biasa, apalagi tanpa penyiksaan. Tapi inilah fakta peradilan Indonesia saat ini. Siapa kuat dialah penentu hukum.

2 Januari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. Masyrakat mesti bersatu menghadapi monster buaya polisi yang membebani negara dengan segala kemewahan untuk mereka namun lalu menjadi pengkhianat rakyat.

    Komentar oleh Andi | 2 Januari 2010 | Balas

  2. walau sudah dihkm scr kedinasan, tindak pidananya hrs tetap diproses. jgn dibiarkan oknum polisi seperti itu dan jgn segan utk memberhentikannya. ini demi kebaikan institusi polisi sendiri dan memenuhi rasa keadilan masy.

    Komentar oleh ferry | 14 Januari 2010 | Balas

  3. berani nya..cumcn sama maling motor..coba sama gayus!!!!!!!!brani kagak…??????

    Komentar oleh rafkapratama @yahoo.com | 6 April 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: