Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Pengabdian, Pujian Untuk Frans Seda


JAKARTA -Berbagai pujian dialamatkan kepada Frans Seda. Almarhum yang sempat dicegah untuk mengetahui meninggalnya mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di televisi oleh keluarga, karena kekuatiran akan kondisi kesehatannya itu memang diketahui juga cukup dekat dengan mantan presiden ke4 itu, saat dilayat, mendapat berbagai pujian, diantaranya
Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Anton Supit mengatakan, pengabdian Frans Seda kepada bangsa dan negara patut dicontoh oleh generasi muda.
“Pak Frans adalah seorang pejuang sejati, sejak usia muda sampai beliau berusia lanjut masih berjuang, dan saya kira beliau telah all out mengabdi untuk bangsa dan Negara,” katanya, Kamis (31/12/209).
Anton menambahkan, Frans yang sempat menjabat tiga kali sebagai menteri adalah tokoh yang memiliki integritas tinggi dan patut diteladani. Frans Seda pernah menjadi Menteri Perkebunan pada 1963-1964, menjadi Menteri Keuangan pada 1966-1968, serta Menteri Perhubungan dan Pariwisata pada 1968-1973.
“Mungkin hanya faktor usia yang membatasi beliau. Beliau cukup banyak mengabdikan diri dan memberi keteladanan dalam hubungan sesama manusia dan hubungan dengan Tuhan. Ini keteladanan yang patut kita tiru,” tuturnya.

Berjasa membuka Kawasan Indonesia Timur
Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup era 1983-1993, Emil Salim dan istri, Jumat (1/1/2010), ini melayat di kediaman almarhum ekonom Frans Seda. Emil mengatakan bahwa Frans merupakan sosok yang berjasa dalam membuka kawasan Indonesia Timur.
“Frans berperan menyatukan Indonesia Barat dan Indonesia Timur dengan penerbangan dan pelayaran perintis,” ujar Emil seusai melayat di kediaman almarhum Frans, Pondok Indah, Jakarta, hari ini. Saat itu, kata Emil, Frans menjabat sebagai Menteri Perhubungan.
Frans memang terbilang gencar memajukan wilayah Indonesia Timur. Tak hanya itu, Frans juga mengembangkan potensi pariwisata di wilayah itu dengan mengembangkan resort.
Saat menjadi Menteri Keuangan pada tahun 1966-1968, Frans juga berjasa dalam memperbaiki hubungan politik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Akibatnya, Indonesia mendapat kepercayaan berbagai lembaga keuangan Internasional, seperti IMF dan Bank Dunia.
“Dulu mau pinjam uang di IMF itu kalau tidak ada jaminannya susah. Ya itu karena Frans Seda, Indonesia kemudian dipercaya dan mendapat dukungan politik dari luar negeri,” ungkapnya.
Ekonom senior Fransiscus Xaverius Seda atau yang lebih dikenal dengan nama Frans Seda meninggal dunia dalam usia 83 tahun di Jakarta, Kamis pagi. Frans Seda lahir di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4Oktober 1926. Semasa hidup, ia dikenal sebagai ekonom, politikus, menteri, tokoh gereja, dan pengusaha.

Sasando
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengaku lega karena telah memenuhi permintaan almarhum ekonom Frans Seda untuk mengangkat kesenian musik Sasando.
Dia berkisah, dua minggu yang lalu Frans Seda mengunjungi kantornya untuk membahas soal perkembangan kebudayaan Indonesia. Dalam diskusi tersebut, Frans sempat berpesan kepada Jero untuk mengangkat berbagai kesenian Indonesia.
“Kesenian musik Sasando sudah diangkat di Kupang. Jadi saya sudah tidak merasa bersalah sekarang karena sudah terlaksana keinginan beliau,” ujarnya, seusai melayat, di kediaman almarhum Frans Seda, Jakarta, Kamis (31/12/2009).
Dia mengaku salut terhadap Frans karena selalu memperhatikan kepentingan bangsa dan negara. Bahkan, di usianya yang telah lanjut, Frans masih berfikir jernih saat berdiskusi soal masalah negara.
“Yang perlu diteladani semangatnya untuk bangsa. Tidak pernah berfikir sektor, sempit. Berfikirnya bangsa. Mari kita antarkan beliau dengan doa agar dapat tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkasnya.

Posesi pemakaman
Pagi ini hingga sore hari, pihak keluarga akan menerima kunjungan pelayat dan dilanjutkan dengan misa arwah pukul 18.00.
Adapun pada tanggal 2 Januari, jenazah akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang. Sebelum dimakamkan, akan dilakukan upacara tutup peti pada pukul 07.00 hingga pukul 08.00. Kemudian, pukul 08.00hingga pukul 09.00, jenazah akan diberangkatkan dari rumah keluarga almarhum Frans Sena menuju Unika Atmajaya untuk penghomatan terakhir pada pukul 09.00 hingga pukul 10.00.
Dari Atmajaya, jenazah akan diberangkatkan ke Gereja Katedral. Pukul 11.00 hingga pukul 12.30, akan diadakan perayaan misa oleh Uskup Agung Julius Kardinal Darmaatmadja. Di sana juga akan ada upacara penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada pemerintah secara militer. Adapun acara pemakaman akan dilaksanakan pukul 14.00.

1 Januari 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. Tidak bisa disangkal bahwa almarhum memang tokoh yang hebat, sayangnya ia bukan dari Jawa serta bukan muslim sehingga tidak pernah bisa jadi presiden.

    Komentar oleh Josep | 1 Januari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: