Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Soal Agus yang mejadi Dea, MUI tak mau berpolimik


Jakarta, Hakim pengadilan negeri (PN) Batang, Jawa Tengah akhirnya mengabulkan permohonan Agus Wardoyo (30) untuk mengubah jenis kelaminnya menjadi wanita.
Menanggapi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak mau berpolimik, mereka beralasan, tidak masalah selama tidak ada aduan dari masyarakat.
“Ini soal susah, ini ciptaan Tuhan. Kita ya belum berpendapat. Kalau ada pengaduan, masyarakat menanyakan masalah ini bagaimana tentu kita akan melakukan musyawarah menetukan sikap,” kata Ketua MUI Amidhan, Kamis (24/12/2009).
Seperti yang dilansir Detik.Com, MUI sampai saat ini belum mengambil sikap, menurut Amidhan, pihaknya bersikap pasif. “Kalau nanti ada permintaan baru kita bahas,” imbuhnya.
Kasus seperti ini, lanjut Amidhan, bukan yang pertama, misalnya saja dari kasus artis Dorce Gamalama, dan itu tidak ada masalah.
“Itu aman-aman saja,” terangnya.
Sebelumnya dalam sidang permohonan perubahan jenis kelamin Agus, yang digelar di PN Batang, Jawa Tengah, pada Selasa (22/12/2009), Ketua Majelis Hakim, Widiastuti SH mengabulkan permohonan Agus untuk mengubah jenis kelaminnya menjadi wanita
Agus, atas keputusan hakim itu mengaku sangat gembira dengan keputusan PN Batang tersebut. Agus merasa lebih nyaman, dia pun kemudian mengganti namanya menjad Dea Wardini.

24 Desember 2009 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , ,

6 Komentar »

  1. Seharusnya sebelum ganti kelamin, bapaknya dulu yang ganti kelamin, sebab agus wardoyo lahir, itu dari benih bapaknya, potong kambing syuykuran 2 ekor. Maaf maksud saya sebetulnya, banyak “waria” yang saya temui, secara batin mereka menolak seperti perempuan, tapi mereka ikut – ikutan karena ada wadah komunitas, yang tetap memelihara kewanitaan. Padahal mereka punya penis. Banyak kejadian di antara waria, menikah, anak mereka gagah, maskulin, hubungan seksual normal, tidak seperti gay. Jadi singkatnya bagaimana kita mampu mensyukuri nikmat yang diberikan tuhan kita, kita akan bahagia, bukan memprotes tuhan karena tuhan salah “cipta”. Ingat Tuhan tidak pernah salah.

    Komentar oleh herman | 24 Desember 2009 | Balas

  2. Kawan-kawan jangan gitu sama Dea. Coba pandang tu fotonya, cantik sekali kan? Jujur saja kita semuanya tidak pernah tahu apa yang Tuhan kehendaki, kita tidak pernah menyelami kehendak Tuhan, contohnya kawan-kawan atau juga MUI hanya sok tahu saja. Kita sering berkata-kata seperti kita meyakini itulah kemauan Tuhan, padahal mana mungkin? Sesama kita saja tidak pernah kita ketahui hatinya. Aku percaya Tuhan itu menciptakan kita dengan segala akal pikiran agar kita memakainya dalam hidup ini, syukur-syukur bila itu dipakai untuk kemuliaan Tuhan. Yang terpenting adalah kita tidak merusak atau bahkan menghancurkan ciptaan Tuhan. Tul kan kawan-kawan?

    Komentar oleh Rinal | 24 Desember 2009 | Balas

  3. Sebenarnya ini urusan pribadi dia, engak ada hubungannya dengan kita, tapi kita pada ngotot, kurang kerjaan apa ya?

    Komentar oleh Septhian | 25 Desember 2009 | Balas

  4. di iran saja negara yg notabene (syariah law dengan mahzab shiah keras) yg dipegang teguh saja sudah sejak 20 thn lalu diperbolehkan operasi ganti kelamin bagi yg telah didiagnosa trans berdasar Fatwa khomeini. islam menghukum keras para homo n lesbian dengan hukuman mati dan saya sangat sepakat akan hal itu.
    sex change adalah solusi agar mereka tidak salah arah.
    satu kata terakhir: bagaimana bila anda semua yang cerdas2 memaki ini mengalami pengalaman hidup yang sama seperti mereka (trans).
    NB:coba liat apa yg terjadi di indo perkumpulan gay lesbi adalah legal,peminatnya tambah pula,klo di iran itu orang2 udah pada dibunuh (digantung di muka umum)

    Komentar oleh Iranian Transgender | 25 Desember 2009 | Balas

  5. Masalah ini memang cukup kompleks, di satu sisi memang sesungguhnya sangat sulit sekali untuk menghindari perasaan atau sifat yang dominan. Namun bagaimanapun juga saya percaya jika kita sebagai makhluk ciptaan-Nya sesungguhnya diberi kemampuan untuk mengendalikan perasaan kita sendiri. Jika merasa tak mampu untuk mengendalikannya, maka saya rasa pendekatan diri kepada Sang Pencipta adalah jawabannya. Selanjutnya, biarlah jadi tanggung jawab manusia tersebut di hadapan Pencipta-Nya…
    Buat Blog

    Komentar oleh Membuat Blog | 28 Januari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: