Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Wow, Malaysia Promosikan “Sup Babi”


Segala macam cara terus diterobos Malaysia untuk mendukung industri pariwisatanya. Selain dengan cara “mencuri” seperti yang dilakukan terhadap berbagai aset budaya Indonesia, kini Pemerintah Malaysia yang sempat pula dicurigai bakal “mencuri” Komodo yang berhabitat di pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur itu, tengah “nyeleneh” mempopulerkan sup daging babi.
Tentu saja ini kontroverial, tapi mungkin ini juga suatu cara “nyeleneh” yang dihalalkan oleh Malaysia untu mendapat dukungan publikasi dari media secara gratis. Kembali ke Sup “Daging Babi” yang tengah dipopulerkan Malaysia, adalah sebuah masakan yang bernama “Bak Kut Teh”. Makanan yang diklaim asli Malaysia ini sebenarnya adalah makanan khas Cina-Malayu, yang berbahan baku daging babi. Tentu saja “Bak Kut Teh” yang identik dengan sup daging dan tulang iga babi itu tidak diadopsi begitu saja. Seperti yang diperkenalkan pada suatu pameran kuliner yang mempromosikan makanan tradisional akhir pekan lalu, Kementrian Pariwisata Malaysia yang mempromosikan hidangan Bak Kut Teh ini, yang diperkenalkan adalah versi halalnya. Dijelaskan, tulang dan daging yang menjadi bahan utama sup itu bukan berasal dari babi, melainkan ayam, ikan, dan sayur.
Namun, maksud baik yang nyeleneh dari pemerintah itu mendapat kritik dari kalangan ulama Malaysia. Mereka keberatan bila hidangan itu tetap dinamai “Bak Kut Teh” sekalipun mendapat tambahan kata “halal”, nama yang akrab di kalangan masyarakat etnis China itu tetap saja identik dengan sup daging dan tulang iga babi. Jadi, walaupun daging babi diganti dengan daging ayam atau ikan, hidangan halal itu bisa menimbulkan keraguan bagi umat Muslim.
“Ini akan menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat,” kata Ma’mor Osman, sekretaris jenderal Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia. “Bahkan [hidangan baru] itu bisa mengakibatkan umat Muslim merasa tidak apa-apa makan daging babi,” lanjut Osman, seperti yang dilansir kantor berita Associated Press.
Itulah sebabnya, Asosasi berencana mengajukan protes kepada Kementrian Pariwisata agar sup halal dicarikan nama lain. Bahkan, Departemen Pembangunan Islam – lembaga pemerintah yang mengurusi kebijakan-kebijakan Islam di Malaysia – tidak akan menerbitkan sertifikat halal bila Kementrian tetap menamakan sup itu “Bak Kut Teh.”
Menurut deputi direktur Departemen Pembangunan Islam, Lokman Abdul Rahman, pihaknya khawatir bahwa umat Muslim akan mengambil pandangan yang salah sup itu tetap dinamai demikian.
Sebenarnya, makanan itu tidak saja populer di Malaysia, namun juga di China, Taiwan, Singapura dan Indonesia. Hidangan yang cocok menjadi lauk untuk nasi dan mi itu konon diperkenalkan di Malaysia (Malaya) pada abad ke-19 oleh para pekerja asal China, baik dari Canton (Hong Kong), Chaoshan, dan Fujian. Vivanews/AP

23 Desember 2009 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Komentar »

  1. Mm.. Nikmatnya bila membayangkan sup babi..

    Komentar oleh Naba | 23 Desember 2009 | Balas

  2. kasihan kerajaan yang sedang mencari jati diri lewat budaya! hingga haram halal di langkahi begitu saja..!!

    Komentar oleh PANJI | 23 Desember 2009 | Balas

  3. Hahaha.. Daging babi, terlebih supnya, memang enak kok, rugi bila tidak pernah menikmatinya!

    Komentar oleh Septhian | 25 Desember 2009 | Balas

  4. mhm..ad2 aja..smakin tidak menunjukan kualitas dan jatidiri.

    Komentar oleh ivan | 25 Desember 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: