Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Lionel Messi, Hebaaaaat…!!


Lionel Messi

Kalimat apa yang pas menggambarkan kehebatan Lionel Messi sehingga ia pantas menyabet gelar Pemain Sepak Bola Terbaik Dunia 2009? Lihatlah kehebatan kaki kiri Diego Maradona, kegeniusan Johan Cruyff mengatur ritme permainan, dan ketajaman umpan Ronaldinho. Itulah Messi.
Pujian itu diberikan koran El Mundo Deportivo, harian Spanyol berbasis di Barcelona, kota tempat Messi menghabiskan waktu sembilan tahun terakhir. Terdengar hiperbolis, tetapi memang tak ada pemain yang lebih baik dibandingkan Messi sepanjang 2009.
Ia memberikan enam trofi bagi klubnya, Barcelona, yakni Liga Champions, Liga Spanyol, Piala Raja, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan terakhir Piala Dunia Antarklub. Berbagai trofi itu, kecuali yang terakhir, direbut di daratan Eropa.
Namun, itu tak mengurangi legitimasi statusnya sebagai Pemain Terbaik Dunia karena tak ada turnamen mondial sepanjang 2009. Saat ditahbiskan FIFA sebagai Pemain Terbaik Dunia 2009 dalam upacara di Kongresshaus, Zurich, Swiss, Senin (21/12), Messi unggul atas Pemain Terbaik 2008 dan termahal, Cristiano Ronaldo. Ia pemain Argentina pertama peraih gelar yang diperkenalkan sejak 1991 ini.
Gelar itu melengkapi penghargaan yang dia peroleh awal bulan ini, Pemain Terbaik Eropa (Ballon d’Or). “Tolong, saya bukan pemain nomor satu. Saya masih orang yang sama seperti dulu, dan beruntung bermain di klub hebat,” kata Messi dalam wawancara dengan koran Spanyol, El Periodico, Senin lalu.
“Saya tak merasa menjadi yang terbaik. Yang terbaik itu, Barca,” tegasnya. Kalimat itu dia tegaskan ulang saat menerima trofi dari Presiden UEFA Michel Platini.
“(Penghargaan) ini menutup tahun menakjubkan bagi Barcelona, rekan-rekan, dan saya,” ujarnya. “Ini tak mungkin tanpa peran rekan-rekan. Penghargaan ini buat mereka juga.”
Titisan Maradona
Kesuksesan Messi ini, dengan segala kekurangan dan belum terbukti untuk Argentina, sulit dibayangkan 11 tahun silam saat ia didiagnosis menderita kekurangan hormon pertumbuhan (growth hormone deficiency). Ia lahir dari keluarga tak mampu, yang sulit membiayai terapi kelainan hormon itu.
Ayahnya, Jorge Messi, buruh pabrik. Ibunya, Celia, petugas kebersihan paruh waktu. Namun, orang tahu talenta emas pada bocah bertubuh kurus, yang bermain sepak bola sejak usia lima tahun, dan bergabung di klub Newell’s Old Boys tiga tahun kemudian.
Klub besar Argentina, River Plate, mengendus talentanya, tetapi menyerah setelah tahu Messi butuh biaya besar untuk mengobati kelainan hormonnya. Klub Barcelona yang bersedia membiayai terapinya.
“Tanpa hormon pertumbuhan, Lionel mungkin hanya tumbuh setinggi 1,5 meter saat dewasa,” tutur Jorge, ayah Messi, kepada majalah L’Equipe.
Belakangan, lewat gol sundulannya di final Liga Champions 2009 lawan Manchester United (dengan tinggi 1,69 meter), Messi membuktikan bahwa tinggi tubuh tak vital baginya.
Sejak 2000 Messi dan keluarga hijrah ke Barcelona. Ia bergabung dengan tim yunior Barcelona dalam usia 13 tahun dan digembleng di Akademi “La Masia”.
“Saya melihatnya sekali, langsung merekrutnya dengan tanda tangan di balik kertas serbet makan,” kenang Carles Rexach, pelatih tim yunior Barcelona saat itu.
Empat tahun kemudian, pada musim 2004-2005, ia masuk tim utama Barcelona di bawah Pelatih Frank Rijkaard. Messi memukau berkat penguasaan teknik bermain bola dan kecepatan, visi luar biasa, haus gol, serta selalu lolos dari tebasan lawan. Ia mengingatkan orang pada Diego Maradona. Ia dijuluki “Diego Maradona baru”.
Maradona, kini pelatih timnas Argentina, mengakuinya. “Saya telah melihat pemain yang bakal menggantikan posisi saya di sepak bola Argentina, namanya Lionel Messi,” kata Maradona. Messi dianggap titisan Maradona.
Banyak peristiwa makin memperkuat anggapan itu. Messi melakukan debut di timnas Argentina, Agustus 2005, dalam laga uji coba melawan Hongaria, tim yang juga dihadapi Maradona saat debut.
Pada tahun itu Messi membawa Argentina juara Piala Dunia Yunior di Belanda lewat dua gol penalti, mengalahkan Nigeria 2-1 di final. Seperti Maradona, ia menjadi pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak (top scorer) dalam turnamen itu.
Tak ada peristiwa yang melebihi kemiripannya dengan Maradona, selain saat melawan Getafe di semifinal Piala Raja, April 2007. Ia mencetak dua gol, satu gol di antaranya mirip gol spektakuler Maradona saat melewati enam pemain (termasuk kiper) ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986 Meksiko. Gol yang ditetapkan FIFA sebagai “gol terbaik abad ke-20”. Ia menaklukkan enam pemain dan menceploskan gol dari posisi yang sama seperti Maradona.
Sejak itu, pers Spanyol menjulukinya “Messidona”. Ia mencetak gol dengan tangan pada laga melawan Espanyol. Pemain Espanyol protes, tetapi gol itu dinyatakan sah. Messi dan Maradona bak pinang dibelah dua.

Kritik dari Argentina
Panggung tempat kedua bintang itu tak sama. Maradona unjuk gigi di Piala Dunia, aksi tersebut dilakukan Messi di kompetisi Spanyol. Maradona melegenda dalam balutan seragam timnas Argentina, Messi besar dalam kostum Barcelona.
Di sini kritik kepada Messi muncul. Ia sukses sebatas level klub. Klub sehebat Barcelona yang dipenuhi pemain berbakat seperti Andres Iniesta, Xavi, dan Carles Puyol. Ia dinilai belum berbuat banyak untuk Argentina, negeri asalnya, meski telah membawa Argentina juara dunia U-20 pada 2005 dan medali emas Olimpiade Beijing 2008.
Di kualifikasi Piala Dunia 2010, meski diperkuat Messi, Argentina nyaris tak lolos. Messi dianggap menyimpan permainan terbaik hanya untuk klub.
Tak lama setelah mencetak gol kemenangan Barcelona atas Estudiantes di final Piala Dunia Antarklub, Sabtu lalu, warga Argentina di Provinsi La Plata, markas Estudiantes, turun ke jalan meneriakkan umpatan, “Messi bukan orang Argentina”.
Ia terusik dengan kritik yang membawa nama bangsa. “Itu sangat mengganggu. Saya warga Argentina dan merasakan itu saat berkostum timnas. Saya curahkan semuanya untuk Argentina.”
Mengapa ia tampil menawan saat memperkuat Barcelona, tetapi tidak ketika membela Argentina? “Saya berusaha melakukan hal sama. Namun, kualifikasi Piala Dunia rumit, kadang sulit, perlu perjuangan keras untuk lolos.”
Piala Dunia 2010 menjadi kesempatan bagi Messi membuktikan cintanya kepada Argentina, sekaligus peluang terpilih lagi menjadi yang terbaik di dunia.

LIONEL MESSI
* Lahir: Rosario, Santa Fe, Argentina, 24 Juni 1987 * Postur: tinggi 1,69 meter, berat 67 kilogram

* Posisi: penyerang * Klub: Barcelona, sejak 2005 * Cap: 44kali, 13 gol * Gelar juara: -Bersama Barcelona: Liga Spanyol 3 kali (2004-2005, 2005-2006, 2008-2009), Piala Raja 1 kali (2008-2009), Piala Super Spanyol 3 kali (2005, 2006, 2009), Liga Champions 2 kali (2005-2006, 2008-2009), Piala Super Eropa 1kali (2009) – Bersama timnas: Juara Piala Dunia U-20 (2005), medali emas Olimpiade Beijing (2008) * Penghargaan pribadi: -“Top scorer” Liga Champions 2008-2009 (9 gol) – Pesepak Bola Spanyol Terbaik 2008-2009- Pemain Terbaik Eropa 2009 -Pemain Terbaik Dunia 2009. Kompas

23 Desember 2009 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: