Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Terkait Kawin Kontrak, Pemda Jabar mengawasi Warganya

BANDUNG – Praktik kawin kontrak marak terjadi di daerah-daerah tertentu di Jawa Barat, selama bulan Juli, Agustus, dan September. Namun di luar waktu-waktu tersebut juga tidak menutup kemungkinan terjadi praktik kawin kontrak.

Untuk itu, pemerintah daerah yang warganya disinyalir memiliki perilaku kawin kontrak diminta mengintensifkan pengawasan dalam kurun waktu tiga bulan di atas.
“Biasanya kawin kontrak itu terjadi di bulan Juli, Agustus, dan September. Nah, kita imbau kepada pemerintah daerah setempat melalui satpol PP-nya agar mengawasi perilaku mereka selama tiga bulan tersebut,” kata Asisten Daerah III Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jabar, Perry Soeparman saat dihubungi okezone, Jumat (11/12/2009).
Menurut Perry, dalam kurun waktu tiga bulan tersebut biasanya musim liburan bagi warga di Timur Tengah. Walhasil, lanjut dia, mereka biasanya datang dan menjalani kawin kontrak. Saat disinggung daerah mana saja yang selama ini banyak melakukan kawin kontrak, Perry mengaku tidak mengetahui secara rinci.
“Pada bulan Juli, Agustus, September, mereka (orang Timur Tengah) berkunjung dan melakukan kawin kontrak. Sebab, saat itu musim liburan mereka. Yang saya tahu baru perilaku kawin kontrak itu terjadi Bogor di daerah Cisarua, kemudian Cianjur di daerah Ciloto. Kalau yang lainnya saya belum tahu,” tandas Perry.
Orang-orang timur tengah yang melakukan kawin kontrak sendiri sebetulnya hanya sebatas mencari sandaran untuk berhubungan legal. Setelah tiga bulan itu, kata dia, mereka kemudian menghilang dan kembali ke negara asalnya.

Desakan Komisi VIII DPR RI
Sebelumnya beberapa hari yang lalu, Komisi VIII DPR RI mendatangi Pemprov Jabar. Mereka mendesak pemprov mencegah dan mengatasi masalah kawin kontrak, perlindungan anak, dan perdagangan manusia di daerah itu. Daerah yang fenomena kawin kontraknya paling menonjol, di antaranya Bogor, Bekasi, Indramayu, dan Cianjur.

12 Desember 2009 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. Kalo gini MUI bungkam, mungkin sepenuhnya mendukung atau para ulama MUI itu juga termasuk tulang kawin kontrak ya?

    Komentar oleh Rina | 13 Desember 2009 | Balas

  2. Kalo gini MUI bungkam, mungkin sepenuhnya mendukung atau para ulama MUI itu juga termasuk tulang kawin kontrak ya?.

    Komentar oleh Rina | 13 Desember 2009 | Balas

  3. Nama : Primita Amijayanti
    Kelas : TBI 1-D
    No : 25
    NIM : 2813123124

    Saya sungguh prihatin setelah membaca berita ini. Memang ini bukan lagi kebohongan publik,namun alangkah baiknya kita menjauhkan diri dari hal-hal seperti itu. Hasbi (1970:271) dalam bukunya mengatakan “nikah mut’ah (nikah yang dilakukan untuk sementara waktu sahaja,apabila waktu yang ditentukan habis, terlepaslah si perempuan dari ikatan, dengan diberikan pembayaran yang tertentu), tidak shah.”
    sudah jelas bahwa ini tidak dapat dilakukan dan juga merugikan. semoga kita terhindar dari perbuatan seperti itu dan selalu di lindungi Allah SWT. Amin.

    Komentar oleh primita | 23 November 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: