Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Mana sih Ada Agama Yang Rasional?

Opss..
Maaf, aku sampe ngacir ke wc karena mampir baca di sini, jadi ini dari wc lho! Maaf ya kalo aku jujur berkata, kalo sampe ada yang tersinggung, ya, apa boleh buat, emang itu tujuanku, tapi jangan negatifan melulu ya!
Lanjut, aku terpaksa ngacir ke wc, karena menahan ketawa, ini kan malam, masih enak-enaknya orang tidur, eh, kembali lagi, aku lucu karena membaca tentang keyakinan akan keyakinan masing-masing di sini.
Semua memang benar karena berangkat dari keyakinan masing-masing, semakin benar lagi karena keyakinan itu berdasarkan agama yang dianut, ya benar banget!
Eh, ini bukan di wc lagi, udah keluar.
Tadi aku ngacir ke wc karena membaca kata rasional dalam konteks keyakinan pada agama, aku yakin maksud dari rasional disini adalah bukan rasional egois ya?
Kok tega-teganya ngomong keyakinan (dalam konteks agama) lalu mengakui rasional? Mana sih ada agama yang rasional? Membaca berbagai tulisan menyangkut kepercayaan agama memang membuatku terkagum-kagum karena irasionalnya. Jadi siapapun yang mengatakan agamanya adalah rasional maka itulah sangat irasional.
Hehehe.. Ngga di uji ‘klinis’ pun aku yang rasional, eh, aku yang benar, kagak puas? Boleh posting ke kolom komentar blog-ku, kalo penting untuk pembelajaran banyak orang maka aku tempatkan sebagai artikel anda.
Tanks.

9 Oktober 2008 - Posted by | Agama, Islam | , , , , , , , , , , ,

9 Komentar »

  1. Aku dukung seratus persen padamu, yang paling tidak rasional adalah yang mengatakan agama lain tidak rasional. Kita meyakini agama karena memang tidak ada dasar rasionalnya, tul ya?

    Komentar oleh Ningsih | 9 Oktober 2008 | Balas

  2. Dipikir-pikir anda benar juga.
    Aku jadi lucu juga, termasuk pada diriku sendiri yang terkadang kaku mempertahankan hal-hal yang sebenarnya sangat subjekfitas terhadap kepercayaan orang lain, setidaknya selama ini.
    Aku contohkan seperti Nabi Isa naik ke syurga(?) dalam Kristen atau dalam Islam ada Mi’raj Rasullah SAW ke langit yang ketujuh, bahkan hingga berbicara langsung berbicara dan langsung bertemu dengan Allah, yakni pada tempat yang malaikat Jibril saja tidak sanggup mengantarkan beliau ke tempat yang disebut Sidratul Muntaha. Diceritakan bahwa mulai langit pertama hingga ketujuh itu, Rasullah SAW juga sempat bertemu dengan nabi-nabi terdahulu.
    Semua cerita itu kita yakini itu memang demikian adanya.
    Mungkin memang anda benar, boleh saja kita meyakini dengan apa yang kita yakini tapi memang lucu juga kalau keyakinan itu kita paksakan sepada orang lain yang juga mungkin juga hanya berdasar pada keyakinan belaka, apalagi lalu bilang keyakinan lain itu tidak rasional.
    Yah, keyakinan hanyalah keyakinan, aku setuju, makasih atas pencerahannya.

    Komentar oleh Dul | 9 Oktober 2008 | Balas

  3. sehubungan dengan beberapa komentar konyol pada tulisan konyol di http://cokiehti.wordpress.com/2008/01/07/berhadiah-mobil-bmw-mustahil-kristen-bisa-menjawab-yesus-adalah-seorang-nabi-yang-diutus-oleh-allah-untuk-menyelamatkan-bangsa-israel-dari-jurang-kehancuran-beliau-selalu-menegakk/#comment-318, aku coba menambahkan sedikit disini, seperti yang dikatakan (maaf titip di sini karena disana ditolak)
    by ciput:
    “Apa memang benar Yesus anak Tuhan:dream…????
    Sayang Tuhan nggak punya cucu dari Yesus..:”
    sikomentor pikirannya hanya ngeres pada biologis saja. Dia pikir Injil itu seperti kitab sucinya yang mengatur nafsu biologis nabi serta pengikutnya, seperti kawin-kawinan, berapa istri dan sejenis itu.
    Agar kalian paham bahwa sebutan ANAK dalam hubungan Allah dengan Yesus hanyalah dalam arti KIASAN.
    Aku anjurkan kepada kalian agar banyaklah mencari informasi untuk mendapatkan kebenaran yang maksimal sesuai standar kebenaran yang universal bukan kebenaran yang mengada-ada karena pemaksaan, fitna, kebohongan atau pembodohan yang diupayakan secara sistimatis.
    Salah satu buktinya juga ada tertuang disitu, yang aku kutip ini:
    “Selalu terbukti Firman Allah yang ini : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
    Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itu petunjuk (yang benar)”.
    Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang sepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
    (QS : Al Baqarah – 120)”
    Ayat ini sudah menggambarkan dirinya sendiri sebagai pembohong, pemfitnah. Ayat seperti ini mana mungkin keluar dari Allah yang maha suci itu? Coba cermati kalimatnya, kalimat seperti itu keluar dari mulut manusia atau Allah? Bersihkan hatimu dan coba renungi dengan hati nuranimu untuk keselamatanmu.

    Komentar oleh Jonson | 10 Oktober 2008 | Balas

  4. Saya sependapat dengan ningsi dan dul, makasih atas respon kalian.
    Saya juga bisa memahami gejolak dalam diri jonson, sayangnya anda tidak menempatkan komentar anda ini di artikel asalnya agar terwujud diskusi yang memadai secara langsung, walaupun begitu saya berharap tanggapan balik dari upik dan cokiehti.
    Atau mungkin ada teman-teman yang lain ingin ikut memberi pencerahan, mari, silahkan.

    Komentar oleh erensdh | 11 Oktober 2008 | Balas

  5. kenapa mesti otak-atik kepercayaan orang lain? biarkan masing-masing dengan keyakinannya sendiri

    Komentar oleh SUNAR | 11 Oktober 2008 | Balas

  6. Benar banget mas sunar, itu sikap yang paling bijak

    Komentar oleh Dewi | 11 Oktober 2008 | Balas

  7. Benar bung, kalo mau jujur ya seperti itu, mana sih ada agama yg rasional? Ya tidak ada jawabnya! Cuma sebagai Kristen sy dan orang kristen lainya di muka bumi ini merasa bangga karena ajaran Kristus tidak saling kontra. Dari awal hingga akhir, ajarannya penuh cinta kasih.
    Tdk ada dlm injil yg mengajarkan orang membenci atau membunuh dengan alasan apapun! Dalam injil kita akan mengerti bahwa Allah itu Maha Besar karena Kasih.

    Komentar oleh Seran | 4 November 2008 | Balas

  8. Saking tidak rasinalnya sehingga penjahat kayak imam samudra masih dianggap, disanjung layaknya pahlawan, wah-wah, orang-orang didunia ini udah pada gak waras lagi!

    Komentar oleh Gentle | 25 November 2008 | Balas

  9. Kalau pikir2 kata rasional. Coba anda bayangkan, dulu orang ,menganggap nonton wajah orang di papan kaca itu rasional apa gak ? Lebih lagi hubungi saya di fb jing xing gambar danau.

    Komentar oleh Muhammad iqbal | 24 September 2016 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: