Geng Motor Makassar Serang Gereja
MAKASSAR- Belasan orang yang diduga anggota geng motor menyerang sebuah rumah ibadah di Jalan Latimojong, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/4/12), dini hari tadi.
Baca selebihnya »
Birahi di Balik Jubah Habib

Berkedok agama,
Hasan bin Jafar
Assegaf, pemimpin sebuah majelis pengajian, yang
menggelari dirinya habib, diduga telah mencabuli anggota jemaahnya sejak sembilan tahun lalu. Bagaimana kisahnya?
Reporter KBR68H, Nur Azizah, berhasil menemui dan mewawancarai sejumlah korban dan keluarga mereka yang terus mengupayakan keadilan.
Berikut reportasenya, beberapa nama dalam cerita ini sengaja disamarkan untuk keamanan.
November lalu, Kadar, Sanwani, Somad dan
sejumlah anak lainnya memberanikan diri
melapor ke polisi atas ulah cabul guru agama mereka. Langkah ini ditempuh
menyusul gagalnya upaya penyelesaian
kekeluargaan.
Kisah para Korban
“Dulu saya masih
menganggap dia guru. Dia maksa sampe meluk-meluk saya. Trus ngomong gini, anggap saja Habib ini perempuan,” cerita
Sanwani, remaja bekas anggota majelis pengajian Nurul Musthofa. Ia salah satu korban aksi cabul Hasan bin Jafar Assegaf, pemimpin majelis itu.
“Dia juga sering minta kirimin foto kelamin saya.
Sering banget. Tapi saya ngirimnya cuma sekali. Dia nyuruh datang, cuma saya lagi di luar kota. Gantinya dia minta kirimin foto. Saya lagi di sekolah, dia nyuruh saya maksa ke kamar mandi sampai nelpon-nelpon gitu. Saya gak mau, sampai akhirnya ngambek.”
Perlakuan serupa dialami Kadar. “Saya disuruh oral.
Saya bilang ama dia, Bib bau, nggak kuat. Ya udah, selesai. Saya mikir langsung, nggak deh. Gua sama cewek gua enggak sampe gini-gini amat. Dia bukan cewek gua, bukan apa gua, dia laki, gua harus ngelakuin kaya gitu, enggak banget. Nah saya langsung mikir. Apa sih guru sampah kaya gini.”
Obyek seksual
Sudah enam tahun Kadar menjadi obyek seksual Hasan bin Jafar Assegaf.
Habib cabul itu sudah
mengenal keluarga Kadar sejak ia masih kelas 2 SD.
Kadar bergabung dengan majelis pengajian Nurul Musthofa sejak duduk di kelas 2 SMP, tujuh tahun lalu.
Tahun-tahun berikutnya menjadi kenangan buruk baginya.
Aksi bejat habib cabul itu juga menimpa Somad.
“Bulan puasa setelah sholat Subuh. Waktu pertama sih cuma cium, dia pegang kemaluan saya. Saya nggak mau gitu, saya alasan, ya halus lah. Bilangnya saya itu mau dicariin orangtua. Dalam hati kok kayak gini ajarannya.”
Somad berani menceritakan pengalaman buruk ini setelah berkomunikasi dengan korban lainnya. Bersama Kadar, Sanwani dan belasan korban lainnya, mereka sering berkumpul untuk saling menguatkan.
Buat Pengaduan
Orangtua Kadar sudah mengenal Hasan bin Jafar Assegaf sejak ia baru datang dari Bogor, Jawa Barat.
Hasan menumpang
di rumah orangtua Kadar selama bertahun-tahun.
Ida, sang ibu, sebelumnya tak pernah berburuk sangka, hingga dia sendiri menyaksikan ulah cabul Hasan di kota Mekkah.
“Bersama keluarga saya, berlima, saya bertiga. Nah setelah itu pulang umroh, karena di sana saya ngelihat dia si Kadar sama si Hasan lagi dipangku-pangku di kamar. Nah dari situ deh saya mulai kurang nggak percaya sama dia.”
Ida meneruskan, suatu hari Kadar mengaku tertekan karena ulah Hasan.
“Padahal curhatnya nggak banyak, cuman begini doang. Ma, apa bener Sayidina Ali sama Rosululloh begituan. Saya kan nggak paham. Begituan apaan sih, Dar?
Itu, Sayidina Ali sama Rosululloh katanya begini-begini. Saya paham. Ya kagak mungkin lah itu kan Nabi. Iya mah, dibilang begitu ama Hasan kemarin. Kata dia jangan diomongin sama mama, kalau diomongin sama mama, nggak dapat syafaat. Itu baru omongan itu, tapi belum pelecehan.”
Ida menanyakan hal itu ke Hasan.
“Apa bener Habib nyampein, Rasululloh sama Sayidina Ali itu seperti begini-begini.
Ah nggak bu Haji saya mah ngomong begituan buat becandaan sama Haidar. Itu rahatnya saya. Rahatnya saya begitu.
Lha nggak bisa begitu Bib, itu Sayidina Ali sama Rasululloh nggak bisa dibecandai kayak begitu, apalagi sama anak kecil.
Saya langsung diusir sama dia. Udah bu Haji ke dalam, emang di dalam nggak ada urusan lain.”
FPI
Tak puas, Ida pun berkunjung menemui petinggi Front Pembela Islam, mencari solusi.
Organisasi ini memiliki
hubungan dekat dengan majelis Nurul Musthofa.
“Habib Rizieq paling pertama yang saya kasih aduan. Waktu itu saya datang ke sana sama semua korban, sama saksi semua. Itu saya diterima di sana. Kata Habib Rizieq, ya udah itu gampang nanti saya yang ngomongin lagi ke Hasannya. Dari pihak dia, dia dipanggil lebih dulu. Habis dia, baru saya. Tapi nggak ada tanggapan apa-apa.”
Ida bersama keluarga
korban lainnya mengadu ke sidang Habib. Hasilnya serupa, nihil. Saban malam tak lelap tidur, memaksa Ida melapor ke polisi.
Siapa sebenarnya Hasan bin Jafar Assegaf?
Bagaimana proses hukum kasus pencabulan belasan santri Nurul Musthofa?
Habib itu tak tersentuh
Empat petugas keamanan tak mengizinkan KBR68H menemui Hasan bin Jafar Assegaf di rumahnya.
Anggota majelis pengajian biasa menyebut rumah Hasan sebagai istana.
Istana Hasan menjadi pusat kegiatan majelis.
Terletak di Kampung Sila Ciganjur Jakarta Selatan.
Saban harinya belasan remaja laki-laki tinggal di sana.
Di istana itu pula laki-laki berusia 35 tahun itu diduga mencabuli jemaah laki-lakinya.
Hasan bin Jafar Assegaf adalah pemimpin majelis taklim berbendera Nurul Musthofa. Acaranya rutin digelar tiap Sabtu malam dan Senin malam. Saat taklim digelar di Utan Kayu Jakarta Timur, ribuan jemaahnya menutup jalan utama.
Koordinator Majelis Nurul Musthofa Abdurrahman mengaku, majelis itu kerap didekati pejabat.
Bahkan Presiden Yudhoyono pernah hadir di acara majelis ini, lanjut Abdurahman, orang dekat Hasan.
“Nah pada waktu itu dia mau bikin event besar, salah satunya di Masjid Istiqlal. Kebetulan orang-orangnya Syeih Kabbani ini orang-orang elit. Kru mereka mengundang SBY, bukan kita yang ngundang, bukan pula Habib Hasan dekat dengan SBY. Bukan. Sampailah mereka ketemu di situ, bukan dekat, cuma hanya silaturahim.”
Memohon dukungan
Pada taklim yang digelar dua pekan lalu di Cipayung Jakarta Selatan, hadir pula Ketua Umum DPD Partai Demokrat Jakarta Nachrowi Ramli, sosok yang maju dalam Pilkada DKI 2012. Sebelum mengakhiri ceramahnya, Habib Hasan memohon dukungan jemaahnya.
“Oleh karena itu walaupun Nurul Mushtofa dihadang kanan dihadang kiri, dicaci kanan, dicaci kiri, saya tidak akan mundur dan semua yang hadir mau mundur atau tidak? Tidak. Ucapkan yang kenceng, mau mundur atau tidak? Tidak.”
Hingga lepas tiga bulan belum ada kabar baik dari hasil penyelidikan polisi.
Penyidik belum juga
menyerahkan Surat Pengembangan Penyidikan. Juru Kepolisian Jakarta Rikwanto mengklaim, polisi sedang menunggu ahli kejiwaan untuk memeriksa korban.
“Kita lagi menunggu dari Departemen Sosial untuk menyampaikan waktu kapan diadakan pemeriksaan psikologis. Kita sudah menyurati mereka, kita minta tenaga ahlinya bidang psikologi agar supaya waktu ditentukan kemudian ahli diberikan dan kita panggil para korban untuk diperiksa secara psikologis. Ini tahap kita yang sedang kita laksanakan tahap ini.”
Pengertian sesama ibu
Ida, ibu Kadar, menyiapkan sepucuk surat untuk istri Hasan. Memohon pengertian sesama ibu. Sementara Kadar, Sanwani dan
Somad ingin terus menuntut keadilan.
“Saya tu pengennya dia dipenjara trus dia
mengakui di depan umum, di depan murid-muridnya biar muridnya tahu, yang salah itu siapa, yang benar itu siapa,” kata Sanwani.
“Kalau misalnya dipenjara otomatis orang-orang pada tahulah. Mana yang bener. Ngaku aja deh. Ngaku aja udah sukur. Kalau minta maaf ya udah, urusan dia,” sambung Kadar.
“Kalau bisa dihukum yang setimpal. Bukan cuma setimpal, ya. Ini kan bukan buat diri saya doang, ini kan juga masih, kasihan juga teman-
teman yang masih di
sana,” tutup Somad.
(RNW)
Menggantung Anas di Monas
MONUMEN Nasional (Monas) sudah lama menjadi ikon Jakarta. Monumen yang dibangun Presiden Soekarno itu dikenal luas masyarakat Indonesia hingga jauh ke pelosok negeri. Tempat itu pun menjadi pusat hiburan masyarakat kecil di Ibu Kota.
Baca selebihnya »
Tertangkap Tangan Anak, Anggota DPRD diselingkuh Oknum Polisi TTS
SOE, NTT- Anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YM, kedapatan sedang berduaan persama seorang anggota Polres TTS, Britu GA, di dalam sebuah kamar kos-kosan, langsung oleh tiga putra YM sendiri.
Baca selebihnya »
Heboh, Pekerja Seks Komersial di Kupang Tewas Digorok
Nur Aeni (48), perempuan penjaja seks komersial disebuah pusat lokalisasi pekerja seks terkenal di Kupang, Karang Dempel (KD), ditemukan tewas dengan leher yang nyaris putus pada Sabtu (25/2),.
Baca selebihnya »
ICW: Dana BOS dan DAK Digunakan untuk Pemilukada

Peneliti ICW Apung Widadi saat memberikan pemaparan dalam seminar di Universitas Paramadina, Jakarta (14/2).
Indonesian Corruption Watch
(ICW) sepanjang tahun lalu
melakukan penelitian di empat kabupaten dan provinsi yang baru saja melaksanakan pemilukada. Hasilnya, korupsi melingkar di daerah terjadi lewat penggunaan dana raksasa dari berbagai sumber; termasuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari
pos APBN.
Baca selebihnya »
Dianggap Rancu Dan Kurang Jelas, Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Obaja
KUPANG – Kejaksaan Tinggi NTT telah mengembalikan berkas kasus dugaan pembunuhan Bripka Obaja Nakmofa, anggota Buser Satreskrim Polres Kupang Kota ke pihak Polda Nusa Tenggara Timur, dengan tersangka utama Brigpol Robinson Dapawole.
Alasan pengembalian disebutkan karena berkas yang dikirim oleh penyidik Polda NTT dinyatakan belum lengkap.
Baca selebihnya »
Dianggap Rancu Dan Kurang Jelas, Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Obaja
KUPANG – Kejaksaan Tinggi NTT telah mengembalikan berkas kasus dugaan pembunuhan Bripka Obaja Nakmofa, anggota Buser Satreskrim Polres Kupang Kota ke pihak Polda Nusa Tenggara Timur, dengan tersangka utama Brigpol Robinson Dapawole.
Alasan pengembalian disebutkan karena berkas yang dikirim oleh penyidik Polda NTT dinyatakan belum lengkap.
Baca selebihnya »
Heboh, ABG Lahat Rekam Adegan Mesum Dalam Mobil
PALEMBANG -Dalam sepekan ini warga Kikim Barat, Lahat,
dihebohkan oleh kemunculan video mesum ABG, yang menyebar luas melalui perangkat ponsel ke ponsel.
Rekaman video layak sensor tersebut -kebanyakan tersebar di Lahat- berdurasi 2 menit 10 detik, diduga para pemerannya merupakan ABG asal daera setempat.
Baca selebihnya »
Aldi Ancam Keluarkan Foto Senggama Zumi Zola dan Farnita
Aduan Bernaldi Kadir Djemat soal perzinaan istrinya Farnita dan Zumi Zola -seperti diberitakan berbagai media- telah dimentahkan pihak kepolisian yang beralasan kurang bukti. Pihak Aldi pun tak mau patah arang, mereka mengancam akan mengeluarkan foto Zumi Zola dan Farnita sedang
bersenggama. Wow!
Menelusuri Jejak Anas Urbaningrum

Dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus Wisma Atlet SEA Games, saat ini terkesan kian menguat, sekalipun dalam berbagai kesempatan mantan ketua HMI ini selalu menyangkal.
Baca selebihnya »
Video Porno Pelajar Hebohkan Madiun
Sepasang pelajar SMKN dan SMA favorit di Madiun ini nekat melakukan hubungan intim layak suami istri di bilik sebuah warung internet di Kota Madiun.
Baca selebihnya »
Korban Pelecehan Seks Gereja Katolik Mengadu ke Mahkamah Internasional

Para anggota jaringan korban yang selamat dari pelecehan pastor (SNAP) bepose di depan Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda (13/9).
Sekelompok orang yang mewakili korban pelecehan seks gereja meminta Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC)
agar menyelidiki para pimpinan Katolik Roma, termasuk Paus Benediktus, atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Baca selebihnya »
Penyegelan Kantor Bupati TTU Berdampak Buruk
KEFAMENANU – Aksi
demo dan tindakan
penyegelan terhadap
kantor bupati Timor
Tengah Utara, NTT
berdampak buruk
terhadap keseluruhan
proses pembangunan di
daerah itu. Masyarakat
harus lebih fokus pada kepentingan mereka sendiri, ketimbang selalu
terlibat dalam urusan
politik hasil Pemilu Kada, Oktober 2010 lalu.
Baca selebihnya »
Heboh lagi, Oknum Polisi Pasuruan Diam-diam Rekam Mahasiswi Kebidanan Mandi
Pasuruan – Ada-ada saja ulah serta kenekatan lelaki bila sudah hendak mengintip tubuh perempuan, terlebih saat mandi –yang tentu saja harus menanggalkan seluruh pakaiannya, alias bugil– walau kasus-kasus semacam ini terus saja bermunculan dan diantaranya hingga dilaporkan ke pihak berwajib untuk diproses, tetap masih saja ada yang masih nekat melakukannya. Bahkan seperti yang ini, oleh anggota polisi sekalipun!
Baca selebihnya »
Blogger Iran Ahangarani Dibebaskan Kembali

Pegah Ahangarani
Setelah 17 hari ditahan, sutradara Iran Pegah Ahangarani dibebaskan dari tahanan pemeriksaan, masih belum jelas kenapa ia ditangkap atas perintah aparat keamanan Iran. Baca selebihnya »
AJI Jakarta Desak Polisi Usut Kasus Pemukulan Jurnalis Tempo TV
Jakarta-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam keras kasus pemukulan yang menimpa jurnalis Tempo TV Syarifah Nur Aida atau Ipeh, pada Kamis 28Juli 2011. AJI Jakarta meminta polisi mengusut tuntas pemukulan ini dan memproses pelakunya -siapapun itu– ke meja hijau. Baca selebihnya »
Pilot Garuda Mogok, Tuntut Kenaikan Gaji

Pesawat-pesawat maskapai Garuda Indonesia di sebuah landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta (foto: VOA).
Para pilot Garuda yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) melakukan aksi mogok sejak pukul 00:00 dini hari ini, Kamis (28/6). Baca selebihnya »
Iran Tangkap Blogger Perempuan

Pegah Ahangarani
Pemain dan produser Pegah Ahangarani seharusnya menulis blog bagi Deutsche Welle tentang Piala Dunia Sepak Bola Perempuan 2011. Menjelang perjalanan ke Jerman ia ditangkap aparat keamanan Iran. Baca selebihnya »
Menkominfo: Kepolisian Sudah Mengetahui Keberadaan Nazaruddin
![]()
Kapolri Timur Pradopo
Spekulasi keberadaan tersangka suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin terus merebak pasca diwawancarai dua stasiun TV, Metro TV dan tvOne. Baca selebihnya »








