Zohra, Rabea, Ibtisam dan Saïda. Mereka adalah korban pelecehan seksual. Pelakunya: ayah mereka, paman, sepupu atau abang mereka. Mereka memutuskan untuk membuka mulut setelah bertahun-tahun bungkam. Hal serupa banyak terjadi pada perempuan muslim lainnya. ‘Tabu, rahasia, aib, malu dan kelompok yang tertutup menjadi resep untuk pelecehan seksual,” ungkap seorang pegawai dinas kesehatan.
Filed under: Uncategorized | Ditandai: aib, belanda, inses, Islam, kekerasan seksual, keluarga, Kristen, muslim, pelecehan seksual, Perkawinan, propaganda, seksual, seksualitas | Tinggalkan sebuah Komentar »








