Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

MUI: Film “2012″ Penyebab Kekufuran


Sejumlah ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia mulai gerah dengan antusiasme masyrakat, terutama muslim untuk menyaksikan film “2012″. Film yang berhasil meraup pendapatan USD225 juta (Rp2,1 triliun) dari penjualan tiket di seluruh dunia, hanya dalam tiga hari ini, dianggap sangat Kristenisme serta diisukan berpotensi mengkufurkan kaum muslim. Berangkat dari ketidak percayaan terhadap keteguhan iman umatnya sendiri, para ulama ini mulai bereaksi, berikutbeberapa kutipan beritanya.

BANJARMASIN – Menyusul MUI Jatim yang meminta kepada pemerintap agar menarik serta melarang beredarnya film “2012″, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Prof H Asywadie Syukur, Lc juga sependapat, agar pemerintah meninjau ulang izin edar film “2012” tersebut.
“Saya sependapat dengan MUI Malang, Jawa Timur yang menyatakan film ’2012′ bisa menyesatkan umat atau kaum muslim khususnya sehingga pemerintah perlu meninjau ulang izin edar film tersebut,” kata Asywadie di Banjarmasin, Selasa (17/11).
Ia berharap pemerintah menaruh perhatian lebih serius pada segala persoalan yang bisa menyesatkan atau menimbulkan kerisauan umat. Begitu pula kaum muslim hendaknya tidak mudah terbawa arus yang bisa berdampak negatif terhadap aqidah atau nilai keimanan karena berbahaya bagi kehidupan baik di dunia maupun akhirat kelak, kata Asywadie.
“Memang belakangan muncul film yang aneh-aneh, yang bisa menyesatkan umat serta menciderai Islam,” katanya.
Sebelumnya MUI Kabupaten Malang, Jatim, mengimbau umat Islam untuk tidak menonton film “2012”, yang saat ini sedang diputar pada sejumlah bioskop di Indonesia.
Ketua MUI Kabupaten Malang Mahmud Zubaidi menilai, film “2012” bisa menyesatkan umat Islam karena menurut ajaran Islam, hari kiamat tidak dapat dipastikan kapan akan terjadi karena hal itu kuasa dari Allah SWT.
Film itu dikhawatirkan menyebabkan penonton, khususnya umat Islam percaya bahwa kiamat pasti terjadi pada 2012. “Memang Islam mengajarkan kiamat pasti datang, tapi kapan terjadinya, menurut agama tidak ada yang dapat memastikannya,” ujar Zubaidi menjelaskan.

MUI Surakarta Tuntut Pemutaran Film “2012” Dihentikan
Senada dengan itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta pun menuntut penghentian pemutaran film berjudul “2012” di sejumlah bioskop di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).
“Langkah ini kami ambil karena kami mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya pesan provokasi tentang keyakinan agama,” kata Ketua MUI Surakarta, Zaenal Abidin di Solo, Selasa (17/11).
Dalam film tersebut, lanjut Zaenal, ada salah satu adegan yang menganjurkan untuk bersembunyi ke tempat ibadah agama tertentu saat ada bencana yang diceritakan sebagai kiamat. “Hal tersebut meresahkan masyarakat dengan agama berbeda yang menonton film tersebut. Hal itulah yang kami permasalahkan,” katanya menerangkan.
Adegan-adegan yang digambarkan sebagai kiamat, menurut Zaenal, tidak dipermasalahkan oleh MUI Surakarta.
“Kami memang belum berencana mengeluarkan fatwa tentang film tersebut. Kami akan mengikuti fatwa yang dikeluarkan MUI pusat,” ucapnya.
MUI Surakarta, lanjut Zaenal, akan melakukan pengecekan kembali dengan menonton film “2012” untuk mematangkan pelarangan pemutaran film tersebut.
Sementara itu, manajer Bioskop Grand 21 Kota Solo, Bambang Rahmad mengatakan, hingga saat ini fatwa yang dikeluarkan MUI di sejumlah daerah belum berpengaruh pada antusias masyarakat untuk menonton film “2012”.
“Bahkan saat ini, antusias masyarakat semakin bertambah. Hal tersebut mendorong kami untuk membuka tiga studio, dari dua studio yang sebelumnya telah memutar film tersebut,” kata dia.
Menurut Bambang, fatwa tersebut malah membuat masyarakat semakin penasaran untuk menonton film tersebut.
“Rata-rata setiap hari, penonton film tersebut berjumlah 1.000 orang. Jumlah tersebut mungkin akan bertambah setelah kami membuka satu studio lagi,” paparnya.
Film “2012” yang disutradarai Roland Emmerich menceritakan bumi yang hancur karena terjadi pergeseran kutub magnet bumi. Film berdurasi 158menit itu juga menampilkan berbagai bencana melanda bumi, mulai dari gempa bumi, gunung meletus, hingga tsunami. Film “2012” mulai ditayangkan perdana serentak di seluruh dunia, Jumat (13/11) lalu.

MUI Situbondo Merazia Film “2012”
Sementar pengurus MUI dari sejumlah tempat masih sebatas meminta atau menyarankan kepada pemerintah agar melakukan penarikan film “2012″ yang sangat menyinggung perasaan sejumlah tokoh agam Islam karena film tersebut berisi sepenggal adegan dimana beberapa orang selamat karena bersembunyi di Gereja, sejumlah pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim), justru telah melakukan razia peredaran film “2012”, di sejumlah warung internet (warnet), Selasa (17/11).
Ketua MUI Situbondo, KH Abdullah Faqih Gufron mengatakan, pihaknya merazia peredaran film yang menggambarkan terjadinya hari kiamat tersebut. Karena, film 2012 dapat mempengaruhi umat Islam dan meresahkan warga.
“Kami mengecam keras film kiamat 2012 karena banyak masyarakat di Situbondo yang resah terhadap peredaran film itu,” katanya.
Peredaran film 2012 di internet, lanjut Abdullah, bisa mempengaruhi keimanan seseorang dan terjadinya kekufuran bagi masyarakat muslim.
“Setiap orang bisa mengunduh film 2012 itu melalui internet dengan mudah sehingga penyebaran yang semakin luas dikhawatirkan akan meresahkan umat Islam,” ucap Abdullah.
Karena itu, tambahnya, MUI Situbondo akan mengirimkan surat resmi kepada MUI pusat di Jakarta terkait dengan persoalan penyebaran film 2012 yang meresahkan umat muslim di Situbondo.
“Kami mengecam keras peredaran film 2012 dan pemerintah harus bersikap tegas atas persoalan itu,” kata Abdullah menegaskan.
Abdullah juga mengatakan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, harus memblokir penyebaran film 2012 melalui internet.
Sementara itu, Arif, salah seorang pengunjung warnet mengatakan, dirinya belum membuka situs yang menayangkan film 2012, namun beberapa temannya sudah melihat cuplikan film tersebut melalui internet.
“Kabarnya film tersebut memang bagus karena menggambarkan kejadian kiamat di dunia. Namun saya belum tertarik untuk mengunduhnya di internet,” katanya.
Terkait dengan dilarang atau tidaknya peredaran film 2012 tersebut di Indonesia, Arif tidak mempersoalkan karena menurutnya film hanyalah sebuah cerita yang ditulis oleh seorang sutradara.
“Saya yakin, tidak semua orang akan terpengaruh dengan film 2012, tetapi kalau ada larangan peredaran film 2012 juga tidak masalah,” katanya.

Ulama Aceh minta Pemerintah Larang Film “2012”
Seakan terkena provokasi film “2012”, kalangan ulama di Provinsi Aceh juga meminta pemerintah mengeluarkan ketentuan yang melarang beredarnya film “kiamat 2012” di Indonesia karena dikhawatirkan menimbulkan keresahan dan kesesatan di tengah-tengah masyarakat.
“Itu memang sekedar visualisasi, tapi saya khawatir dapat berdampak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, terutama mereka yang ilmu agamanya minim,” kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Aly di Banda Aceh, Selasa.
Menurut dia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat mendesak pemerintah pusat untuk segera mengeluarkan larangan agar film tersebut tidak beredar luas dan ditonton masyarakat di nusantara ini.
HUDA menilai, film “kiamat 2012” tersebut sebagai upaya menggiring kesesatan umat, selain berdampak luas dapat menimbulkan keresahan rakyat Indonesia. Apalagi, kondisi tanah air saat ini kerap terjadi bencana alam seperti banjir, gempa dan tanah longsor.
Film tersebut diangkat dari sebuah ramalan yang dilakukan suku “Maya” pada berabad-abad silam.
“Ramalan tentang kiamat itu sebuah berita yang jauh dari kebenaran, karena hal-hal yang ghaib termasuk masalah kiamat hanya Allah SWT yang Maha Tahu,” katanya menjelaskan.
Tentang kapan waktunya kiamat atau akhir dari sebuah kehidupan di muka bumi ini, menurut Faisal Aly, ‘jangankan manusia biasa nabi pun tidak diberitahu oleh Allah SWT.’
“Umat Islam tidak boleh menyakini berita-berita ramalan karena tidak ada ayat dalam Kitab Al-quran dan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan tanggal dan bulan ataupun tahun terjadinya kiamat,” jelasnya.
Dalam ajaran Islam, umat hanya diperintahkan oleh Allah SWT untuk mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh sebagai bekal di dunia guna persiapan di akhirat nanti.
“Hari kiamat itu tidak bisa diukur dan diraba dengan imajinasi dan pikiran-pikiran. Jadi, yang terpenting bagi kaum muslimin adalah senantiasi menjalankan apa yang disuruh dalam tuntunan agama, dan menjauhi perbuatan-perbuatan mungkar,” kata Sekjen HUDA.

Nah bagaiman pendapat anda menyimak keresahan para tokoh MUI? benarkah Kualitas iman umat muslim terhadap agamanya sebegitu rendahnya sehingga para ulama ini harus resah hanya pada sebuah karya seni film fiksi semacam film “2012” tersebut, hingga umat muslim harus diproteksi sedemikian ketatnya?
Atau ada agenda lain, misalnya secara sistimatika ingin memecah belah kebhinekaan Indonesia?

Artikel yang berhubungan:

Menjelang Kiamat 2012, Siap kah Kita?

“Kiamat” Bisa Saja Terjadi 2010 ini

“2012” Cuma Film, yuk Noton!!

Film Kiamat “2012” Dinilai Menyesatkan

MUI Jatim: Film 2012 Ditarik Saja

19 November 2009 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , ,

37 Komentar »

  1. benar.. bingung saia… hanya film jd ribut2… bukannya difilm smw nya mati, kcuali yg ada dibenua afrika, dan yg punya duit+kekuasaan krn bs beli ‘kursi’…
    yg ngomong di film yg selamat cm yg digereja, apakah sdh melihat sndiri filmnya?? atau hanya mendgr dr org2 yg mw memecah belah.. krn seingat saya, yg digreja jg rubuh dan tertimpa..

    Komentar oleh untitled | 19 November 2009 | Balas

  2. walah walah ………………orang kok pada repot, emange iman kita udah setipis itu , wong cerita film aja kok diributin, di zaman yang global begini kok da yang berpikir sempit, enake podho matio wae biar gak dapat tambahan dosa. ha ha ha ha go blog go blog …………………………………………..wong sing katanya ustat pol ( makasute yang bathuike wis item) ada yang gak bisa dijadiin panutan kok.

    Komentar oleh esharyana | 19 November 2009 | Balas

  3. Gak salah, para ulama itu emang suka nanas-manasi rakyat. Mereka memang doyan mancing di air keruh, semua juga pada tau itu!!

    Komentar oleh Kadir | 19 November 2009 | Balas

  4. MUI GA ADA OTAK..PAKE OTAK DIKIT,,MALAH NGURUSIN HAL GA GUNA..CMN FILM AJA DI RIBUTIN..KALO PERCAYA SM FILM GITUAN SICH TOTOL ABIS..KIAMAT 2012 BIKIN KETAWA AJA..NAMANYA JG FILM..GA REAL..NGAPAIN DI RIBUTIN..MALAH MAU DI TARIK SEGALA..DIKIRA TU FILM BS MASUK KE INDO GA PAKE DUIT APA..KASIAN ORANG2 YG UD BELI TU FILM BWT DI PUTAR DI BIOSKOP..ITU NAMANYA MATIIN REZEKI ORG LOH..DOSA COYY !!!!

    Komentar oleh ZOD | 20 November 2009 | Balas

    • hee…. kau yang ngk ada otak…
      seenaknya aja bilang MUI ngk ada otak..
      ngk ada MUI mana ada nanti fatwa/ penjelasan islam sekarang…
      mungkin maksud MUI itu, MUI takut bagi orang awam ( seperti kamu ) ikut tersesat atau membenarkan tentang kiamat 2012

      Komentar oleh fijri nst | 15 Mei 2010 | Balas

  5. Ah, dasar orang-orang bodoh saja yang melarang peredaran film itu. Apakah mereka sudah mengadakan penelitian mengenai dampak film itu. Padahal dedengkot-dedengkot MUI itu aja belum nononton. Mereka cuma lihat cuplikan film dan mendengar dari anak buahnya yang pendidikannya kurang. Sama seperti kasus film “Perempuan Berkalung Sorban”. Apa yang dianggap menyesatkan? Ketika dimintai klarifikasi, ketua kelompok itu tidak memberikan jawaban yang ilmiah, sangat tidak memuaskan, tak ada dasar.
    It’s just a movie, bro! Full fiction. Grow up.
    Pantas orang-orang merendahkan kalian.

    Komentar oleh Rasyid | 20 November 2009 | Balas

  6. MUI itu pemecah belah bangsa, masyrakat harap hati-hati dengan berbagai ajaran serta ajakan mereka!

    Komentar oleh Anonymous | 21 November 2009 | Balas

  7. Gila.. Itu film kan bagus.. eng aja dilarang… Emang pada ga pake utak semua ULAMA HAji Indonmesia

    mui aNEH, eMANG bELUM NONTON APA FILM NYA.. IRI APA KALAU eMAK INGIN NAIK HAJI GA TELALU LARIS??

    TOLONG DIPIKIR LAGI…. soale itu hanya film..

    Komentar oleh Aditya | 21 November 2009 | Balas

  8. Kenapa c.. Tiap x ad masaLah seLaLu dkaitin xm agama n iman…?
    Ga punya aLesan laen x…?

    Semua jg tgntung pribadi masing2 yg nntn.. Gampang tpngruh apa ngga.. Lgian klo org ampe tpngruh n brbah, tu jga hak mereka.. Ada kq d UUD tntng kbbsan mmlih agama.. Ga uz ampe ketakutan khabisan umat..

    Lagian ni kan cm FILM FIKSI gtu lho.. Gag reaL..
    Masa ampe minta ditarik2 dr peredaran..
    Kesannya MUI tuh jd norak gt..

    Toh agama2 lain pun gag comment apa2 n ga LEBAY kayak MUI ampe minta tu film ditarik dr predaran..

    Komentar oleh Xxx | 21 November 2009 | Balas

  9. walah…walah.. lagi2 MUI ribut pasti nih ada maunya ama …… pake mau ditarik seguala… biar dapat jatah ya……lagian kenapa coba umat ko dilarang-dalarang kaya anak kecil aja……….. ini ga boleh …itu ga boleh…….. mbo yo biarin mikir gituh biar dewasa imannya…. yo pa nda………..

    Komentar oleh sukumaya | 21 November 2009 | Balas

  10. wah picik amat ya orang2 ini..
    kok yo begitunya…
    kayak yang nonton orang bodo aja..

    Komentar oleh wawan | 21 November 2009 | Balas

  11. Salah besar kalau MUI menhentikan peredaran film 2012,film tersebut hanya sebuah tontonan dan penggambaran akhir jaman saja.Kalau memang MUI melarang peredaran film 2012,kenapa film-film sejenis sebelumnya tidak di hentikan seperti : deep impact,the day after tomorrow,knowing……kenapa????
    penggambaran di film itu dengan apa yang ada di AL OUR’AN memang sangat beda sekali,tapi bukan berarti harus menghentikan peredaran film tersebut. Film tersebut hanya penggambaran hari kiamat secara fiksi,mengenai keresahan masyarakat hal tersebut dikembalikan pada masing-masing individu. JADI PIKIRKAN MATANG-MATANG SEBELUM BERTINDAK…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh Noer Ramadhan | 21 November 2009 | Balas

  12. udah buat negara bagian aja sendiri-sendiri.biar ga ribut mulu gara2 masalah agama,mbok mikir masi banyak yang kurang makan,ga punya kerjaan,banyak hal penting lainnya untuk dijadikan himbauan bukan cuma film kaya gini doang

    Komentar oleh don corleone | 21 November 2009 | Balas

  13. [...] Film “2012” meresahkan dan haram untuk ditonton! Kata siapa? Kata MUI Malang dan MUI Kalsel. Baca ini. Benarkah masyarakat resah? Sayup-sayup saya dengar teriakan dari belakang , “Resah…?! Resah [...]

    Ping balik oleh “2012” MERESAHKAN « satriadharma’s weblog | 22 November 2009 | Balas

  14. di jogja malah diputar sampai waktu yang tidak ditentukan
    ______________________________________________
    Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

    Komentar oleh the riza de kasela | 22 November 2009 | Balas

  15. MUI OTAKNYE BUKAN DIKEPALA TAPI DI DENGKUL SEMUA MUI BAJINGAAAAAAAANN KALIAN YANG PADA MINTA TU PEL DITARIK MAKANYE KERJANYE JANGAN CERAMAAAAAAAAH MULU,, MAKANYE LIAT DULU NI FELM BARU CERAMAH,,INI TUW PELM GAK DA HUBUNGANNYE AME KIAMAT, INI TUW BUKAN PELM KIAMAT MUI BAJINGAAAN,, , EMANG YANG NAMANYE KIAMAT GAK BOLEH DIVISUALISASIKAN, YANG NAMANYE KIAMAT TUW SEMUA ISI DUNIA INI MUSNAH ITU BARU KIAMAT,,BUKTINYE DI AKHIR CERITA ORANG-ORANGNYE ADA SEBAGIAN YANG SELAMAT,, FILM ITU CUMAN FELM TENTANG BENCANA MENURUT GW, MUI TUW SEBENERNYA BERAGAMA GAK SIH?? KOK KIAMAT AJA GAK TAU?? KLO INI DISANGKUT PAUTKAN AME AGAMA, NAPA PELM-PELM KRISTEN LAEN YG BIASA DIPUTER HARI NATALAN DI TV-TV GAK DITARIK SKALIAN AJE DARI DULU-DULU?? YG NONTON TUW KAN DI INDONESIA BUKAN CUMAN MUSLIM DOANK?? PAKE OTAKNYE, BUANG OTAK UDANGNYE COBA DIPERTIMBANGIN LAGI DUNK!! NONTON DULU PELMNYE! JANGAN MAEN ASAL TARIK AJE,, APA EMANK MUI GAK ADA KERJAAN LAEN SELAIN CERAMAH?? CERAMAH MULU SEH LOE MAMAM TUW CERAMAH!! POKOKNYA AWAS AJA KLO PELMNYA DITARIK GW GAK SUDI,,kan gw juga blom nonton hehe

    ^_^ y

    viss,,

    Komentar oleh joko supatibo | 25 November 2009 | Balas

  16. masyarakat gak bodoh kokkkkk!!!!

    Komentar oleh dea | 25 November 2009 | Balas

  17. MUI pilih kasih, lha wong film Porno punyae Julia Perez aja laris dan lolos kok, giliran film ini malah diprotes, wagu, MUNAFIK, sok Suci, Mending nonton film ini ketimbang nonton koruptor yang sok rajin ibadah, tapi hatinya busuk.

    Komentar oleh aDRIAN | 26 November 2009 | Balas

  18. saya masih bingung ma film niiiiiiiiiiii

    Komentar oleh gea arista | 17 Desember 2009 | Balas

  19. sayaaaaaaaaaaaaaaaa masih inginnnnnnnnnnnnnnn hidub

    Komentar oleh gea arista | 17 Desember 2009 | Balas

  20. Itu tandanya MUI takut dunia kiamat,,,,Itu kan cuma film,gt aja koq percaya….berarti MUI ga percaya Allah

    Komentar oleh Tentara Setan | 19 Desember 2009 | Balas

  21. [...] “2012” meresahkan dan haram untuk ditonton! Kata siapa? Kata MUI Malang dan MUI Kalsel. Baca ini. Benarkah masyarakat resah? Sayup-sayup saya dengar teriakan dari belakang , “Resah…?! Resah [...]

    Ping balik oleh SatriaDharma.Com » Blog Archive » “2012” MERESAHKAN | 20 Desember 2009 | Balas

  22. [...] MUI: Film “2012″ Penyebab Kekufuran [...]

    Ping balik oleh ANEH TAPI JELAS « HELMUT T T SIMAMORA INFO | 21 Desember 2009 | Balas

  23. dalam film itu kan nggak kiamat total. cuma kehancuran n berakibat mati listrik aja. hehe.

    toh udah ada proyek 10ribu Megawatt. cmiww

    Komentar oleh dismas070492 | 23 Desember 2009 | Balas

  24. wuiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kalian hrs tobat tuhhhh! agak sadis sigh tappi,itu emang boong sigh kalo kalian udah liat ya anu nanti juga agak yakin loh……. aku hbs liat agak takut tuhhhhh

    mendingan tobat ajahhhhhh ngak seburuk itu koq!!!!!!

    bye-bye

    salam hangat
    Elisabeth Pricilla

    Komentar oleh elisabeth | 28 Desember 2009 | Balas

  25. Ya, ya, mana ada ulama yang bener? Mereka takut bila umat pintar maka mereka bakal ditinggalkan. Makanya segala yang berbau kemajuan dibilan kekufuran. Gitulah mereka, biar aman elus-elus para santriwatinya, tul engak?

    Komentar oleh Ahmad Dedy | 28 Desember 2009 | Balas

  26. macak cih kok bsa sgtuy jdy ngri nich q jgn ampk trjd pkky

    Komentar oleh eny | 2 Januari 2010 | Balas

  27. jgn prcya ddech yg n5y kiamat kan kiamat allah yg atur bukan org2 pntr tow pranrmal 2 slh , qt smua hrs prcya s5 allah bkn s5 org2 laen eo,

    Komentar oleh eny | 2 Januari 2010 | Balas

  28. Judulnya salah, yang paling masuk akal adalah “MUI PENYEBAB KEKUFURAN”

    Komentar oleh Ega | 6 Januari 2010 | Balas

  29. jgn percaya ni sih boongan.tuhan yg ngatur.kalo mau kiamat hari ni juga bisa.kan tuhan yg ngatur semua!!

    Komentar oleh aldiyanto | 26 Februari 2010 | Balas

  30. jangan percaya tentang kiamat

    Komentar oleh Anonymous | 9 April 2010 | Balas

  31. filem 2012 dasyat baget dan seruh

    Komentar oleh sindi | 10 April 2010 | Balas

  32. jangan percaya sama film 2012

    Komentar oleh ahmad | 11 April 2010 | Balas

  33. boleh percaya tapi jangan jadi patokan.

    Komentar oleh nurul | 10 Mei 2010 | Balas

  34. jangan percaya amat ama kejadianya itu kan hanya buatan orang percaya aja ma tuhan

    Komentar oleh iqbal | 14 Mei 2010 | Balas

  35. [...] MUI: Film “2012” Penyebab Kekufuran [...]

    Ping balik oleh Menjelang Kiamat 2012, Siap kah Kita? « Erens's Blog | 27 Mei 2010 | Balas

  36. Filmnya jlek bgt, gak nyambung sama sekali!

    Komentar oleh luluk | 14 November 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.