Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Adik Perekrut “Pengantin”, Kakak Perancang Serangan Bom


Mohamad Syahrir alias Aing, dan Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Sole, adalah kakak-beradik. Selain itu, mereka merupakan kakak ipar Ibrohim, tersangka yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah, 8 Agustus lalu.
Dalam jaringan teroris, Syaifudin Zuhri, 32, disebut-sebut berperan sebagai perekrut calon pengebom bunuh diri alias calon “pengantin”. Peran yang sama, dulu, dipegang oleh Noordin M Top sebelum akhirnya 17 September lalu tewas tertembak di Solo, Jateng.
Nama Syaifudin mencuat setelah pengemboman di Hotel mewah JW Marriott dan Ritz-Carlton, 17Juli 2009. Dua pelakunya -Dani Dwi Permana (remaja asal Parung, Bogor), dan Nana Ikhwan Maulana asal Pandeglang, Banten- diduga merupakan dua “pengantin” hasil rekrutan Syaifudin Zuhri bin Djaelani.
Meski pernah mengenyam pendidikan tinggi luar negeri, yaitu di Yaman, namun pria yang lama tinggal di Perum Telaga Kahuripan, Bogor, Jawa Barat, ini memilih tidak bekerja di sektor formal. Pria bertinggi badan 165 cm tersebut menjadi ahli terapi bekam dan urut keliling, yang pasiennya tersebar di beberapa wilayah Jawa Barat seperti Bogor dan Depok.
Pengamat terorisme, Mardigu, pernah menyatakan bahwa Syaifudin merupakan pemimpin Al Qaeda Asia Tenggara yang
memiliki setengah kharisma Noordin M Top. Ia sangat berbahaya lantaran memiliki kemampuan komplet dalam membangun jaringan terorisme.
“Dia bisa merekrut, membangun organisasi, bisa merakit bom -meski nggak seperti Azahari-dan punya koneksi dana,” katanya.
Sebelum akhirnya terungkap sebagai tokoh aksi terorisme, Syaifudin Zuhri dan kakaknya, Mohammad Syahrir, sempat melakukan indoktrinasi terhadap pemuda di sekitar tempat tinggal mereka melalui sebuah pengajian khusus. Hal ini dijelaskan beberapa bekas tetangga, akhir Agustus lalu.
Menurut mereka, ada beberapa warga yang sempat ikut Aing dan Udin ke “pengajian khusus” yang hanya melibatkan orang-orang tertentu. Namun, tidak semua yang ikut itu terlibat terlalu dalam.
Selain itu, siapa pun yang bersedia menjadi anggota pengajian biasanya akan diajak oleh Aing dan Udin ke kawasan Cisarua, Puncak, Bogor, untuk “diresmikan” keanggotaan barunya.
***
ADAPUN Mohamad Syahrir lahir di Jakarta, 25 Juli 1968. Sampai saat meninggal, kakak Syaifudin Zuhri ini memiliki paspor yang masih berlaku, nomor A.167383. Pria tersebut memiliki dua alamat terakhir, yaitu di Kompleks Garuda Blok C1 No 6A RT 06/16 Kp Melayu Teluk Naga, Tangerang, Banten; dan Jl Giring-giring II/104 RT 09/10 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Syahrir, yang dikenal sebagai ahli penerbangan, berperan sebagai perancang serangan teroris. Selain itu, dia juga berperan sebagai orang yang mengatur pelarian dan persembunyian para teroris yang tergabung dalam jaringannya.
Menurut informasi, Mohamad Syahrir pernah mengikuti pelatihan militer sehingga mengerti sekaligus mampu menggunakan senjata api dan bom. Dia juga pernah menjadi teknisi pesawat terbang Garuda Indonesia, dan memiliki peringkat teknisi pesawat Boeing 737 Series.
Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia, Pujobroto, kepada Kompas,com mengatakan bahwa Syahrir sudah berhenti bekerja di Garuda pada tahun 2004. “Jadi, Garuda sudah tidak tahu-menahu lagi dengan yang bersangkutan,” tulis Pujobroto dalam pesan singkat (SMS)-nya beberapa waktu lalu.
Ihkwal bahwa Syahrir pernah mengikuti pelatihan militer dijelaskan oleh Budi, mantan ketua RT 06 RW 16 Kampung Melayu Timur, dan Ketua RW 16, Suparman, beberapa waktu lalu. Mereka juga teknisi pesawat terbang yang pernah menjadi tetangga Syahrir.
Budi memaparkan, karena dulu Garuda Indonesia belum memiliki fasilitas pendidikan dan latihan (diklat) sendiri, maka teknisi pesawat Garuda Indonesia seperti Syahrir dilatih di TNI Angkatan Laut, Surabaya. Pendidikan berlangsung selama 18 bulan -tiga bulan di antaranya adalah latihan dasar kemiliteran.
Selama latihan dasar kemiliteran, para peserta diklat berlatih fisik menyusuri gorong-gorong, pagar kawat duri, dan melintasi perangkat halang rintang lain. Mereka juga dilatih belajar bertahan (survival).
Apakah para teknisi juga belajar menembak? “Jelas. Seluruh peserta diperkenalkan bermacam senjata, termasuk bom, cara menggunakan dan menghindari senjata-senjata tersebut,” jawab Budi.
Latihan dasar tersebut meliputi kemahiran menembak, bongkar-pasang senjata, demolisi (peledakan), dan kemampuan dasar militer lain. Kala itu kalangan karyawan kelas menengah di Garuda Indonesia juga disiapkan menjadi tenaga cadangan untuk kepentingan militer. Karena itulah mereka mendapat latihan dasar militer.
Mohamad Syahrir juga pernah aktif di partai. Saat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih bernama Partai Keadilan (PK), pria ini menjabat Ketua PK Ranting Kecamatan Teluknaga, Tangerang, Banten, pada 1998.
PK berubah nama menjadi PKS untuk bisa mengikuti Pemilu 2004setelah pada Pemilu 1999 gagal mencapai batas minimum perolehan suara (electoral threshold). Menurut Ketua DPD PKS Kabupaten Tangerang, Ruhammaben, Syahrir mengundurkan diri dari PK pada 1999.
Syahrir dan Syaifudin Zuhri merupakan adik kandung Anugrah, anggota DPRD Kabupaten Tangerang periode 2004-2009 dari PKS. Namun keduanya sering tidak sejalan dalam soal politik dan berseberangan dengan sang kakak, Anugrah.
Setelah mengundurkan diri dari PK, Syahrir tidak pernah melakukan kontak dengan Anugrah ataupun dengan keluarga lain. Bahkan selama tahun 2000 hingga 2009, Syahrir dan Syaifudin tidak pernah menjenguk keluarganya, termasuk mendatangi saudara-saudaranya yang lain. Hal itu diakui
Dermo Prihatno, kakak tertua dari delapan keluarga Syahrir dan Syaifuddin.
Terungkapnya keberadaan mereka sebagai dua tersangka teroris juga membuat sadar Dermo bahwa selama ini sebenarnya ada yang aneh pada dua adiknya tersebut. Antara lain, setelah menikah mereka dan keluarga tidak pernah menetap lama di satu wilayah, dan setiap Lebaran tidak pernah lengkap berkumpul di rumah orangtua di Kuningan, Jawa Barat.
Surya

10 Oktober 2009 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Learn quran because it’s the best way to feel Islam learn quran online, learn quran http://www.learningquranonline.com

    What Does “Islam” Mean?

    The word “Islam” itself means “Submission to Allah.” The religion of Islam is not named after a person as in the case of “Christianity” which was named after Jesus Christ, “Buddhism” after Gutama Buddha , “Marxism” after Karl Marx, and “Confucianism” after Confucius.

    Similarly, Islam is not named after a tribe like “Judaism” after the tribe of Judah and “Hinduism” after the Hindus. The Arabic word “Islam” means the submission or surrender of one’s will to the will of the only true god worthy of worship, “Allah” (known as God “the Father” in Christianity).

    Anyone who does indeed submit to the will of Allah as required by Islam is termed a “Muslim,” which means one who has submitted to the will of Allah. Many people in the West have developed the sad misinformed trend of calling Islam “Muhammadenism” and it’s followers “Muhammadins.” This is a totally foreign word to Muslims and unrecognized by them. No Muslim has ever called his religion “Muhammadenism” or called himself a “Muhammadin.”

    What Is The Basic Concept of Islam?

    Islam teaches us that this life is a life of worship. We are placed on this earth in order to worship Allah and obey His command. During this earthly life we are subjected to a series of trials. We have the option of enduring these trials and conforming to certain laws, and our reward will be great in the next life, or we may decline to endure these trials and choose to not conform to the law, then we will be made to regret it in the next life.

    Each person will be solely and completely responsible for their own final reward. We are also told that God has designed these laws to make this life a better, safer, and more tolerable one for us. If we elect to conform to them then we will see the result in this life even before moving on to the next.
    We are told that the earthly life is a life of faith and work, and the next life is one of reward and no work. We have been placed on this earth to worship God, fast, pray, be industrious, good, kind, respectful, and a source of uprightness and morality. We are told that God has no need of our worship. Our worship can not increase the kingdom of God nor add to His power, however, it is in our best interests both in this life and the next that we do.

    Unlike some other religions which claim that God entered in a covenant with a certain group of people and that this group is genetically better than all other human beings, or closer to God, Islam on the other hand teaches that no color, race, tribe, or lineage is better than any other. Islam teaches that all humans are equal in the sight of Allah and that the only thing that can distinguish them in His sight is their piety and worship.

    “O humankind! Verily! We have created you from a male and female, and have made you nations and tribes that you may know one another. Verily! the noblest among you in the sight of Allah is the most God-fearing. Verily! Allah is The Knower, The Aware.” The noble Qur’an, Al-Hujrat(49):13.

    Learn quran because it’s the best way to feel Islam learn quran online, learn quran http://www.learningquranonline.com learn quran online, learn quran

    Komentar oleh learnquranonline1 | 11 Oktober 2009 | Balas

  2. Ini buktinya bahwa islam itu penuh dengan penipuan dan kejahatan.

    Komentar oleh Jarni | 11 September 2010 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: