Kerusuhan Cina: Ribuan Mengungsi, Masjid Kembali dibuka

Ribuan warga mencoba melarikan diri dari Urumqi di Cina Barat-Laut, menyusul penangkapan ribuan orang oleh aparat keamanan Cina serta alasan keamanan akibat bentrokan antar-ras yang telah merenggut ratusan korban jiwa.

Pihak berwenang menyebutkan jumlah korban jiwa dalam huru hara hari Minggu lalu itu, kini meningkat lebih dari 184, setelah sebelumnya disebutkan 156 yang tewas.
Huru hara bermula ketika ribuan Muslim dari ras Uighur, turun ke jalan untuk unjukrasa yang bermula dari pabrik mainan anak-anak di kota itu. Mereka dikabarkan juga menyerang aparat keamanan yang sebelumnya lemah dengan berbagai peralatan, diantaranya mempergunakan bom molotov lalu berlanjut ke warga pendatang dari ras Han yang dianggap mulai mendominasi di daerah itu, setelah sebelumnya didominasi ras Uighur.
Selain menyebutkan 184 yang tewas itu, Pemerintah Cina juga mengatakan lebih dari seribu lainnya mengalami luka-luka.
Beberapa saksi menyebutkan kebanyakan korban jiwa adalah dari ras Han. Namun hal itu dibantah oleh ras Uighur yang mengklaim 90% korban tewas adalah rasnya.
Sementara kantor berita pemerintah Tiongkok menyebutkan korban tewas akibat kerusuhan etnis itu semula 156, kini menjadi 184 orang.
Laporan lainnya juga menyebutkan perincian korban yang tewas itu sebanyak 137 orang merupakan suku Han dan 46 orang dari suku Uighurs.

Masjid-mesjid dibuka
Sejumlah masjid di ibukota Xinjiang, Urumqi, Cina Barat-Laut, dikabarkan akhirnya dibuka juga untuk salat Jum’at, kemarin, menyusul larangan salad Jumat yang dikeluarkan Pemerintah Cina sebelumnya.
Tidak jelas apakah memang ada perubahan kebijakan di pihak berwenang atau masjid-masjid tersebut dibuka karena jema’ah telah berhimpun di sekitarnya.
Beberapa saksi menyebutkan beberapa mesjid dibuka ketika ratusan jemaah berkumpul disana, mengabaikan kehadiran pasukan keamanan yang dikerahkan di jalan-jalan.
Sempat terjadi insiden ketika Polisi ingin membubarkan kerumunan di depan sebuah Masjid namun diprotes pada hari Jumat itu.

Hukuman Mati
Sementara itu, pimpinan Cina mengatakan akan menghukum berat mereka yang terbukti bertanggung jawab atas pertumpahan darah tersebut.
Presiden Cina, Hu Jintao mengatakan, provokator dan pelaku kerusuhan itu wajib dihukum berat.
Bahkan Pimpinan Partai Komunis Urumqi mengatakan, mereka yang terlibat dalam jatuhnya korban jiwa itu akan dihukum mati.

Al-Qaeda & Teroris
Pemerintah Cina mengklaim telah memperoleh bukti-bukti kuat bahwa beberapa orang yang terlibat kerusuhan itu pernah menerima pelatihan dari kelompok-kelompok teroris asing termasuk Al-Qaeda.
Namun, Menteri Luar Negeri Cina Qin Dang yang memberi pernyataan itu tidak menyebutkan apa saja buktu-bukti tersebut, dia hanya mengatakan orang-orang dimaksud sangat kuat terkait dengan tiga kelompok teroris luar negeri.

Rebiya Kadeer
Selain itu pihak berwenang Cina juga telah berulangkali mengatakan pemimpin Uighur yang bermukim diluar negeri, Rebiya Kadeer adalah penyebab timbulnya kekerasan di wilayah itu. Namun hal itu juga telah dibantah oleh Rebiya Kadeer. Kepada BBC dia mengatakan dirinya tidak bertanggungjawab atas kekerasan apapun.
BBC, VOA, ABC

Tinggalkan Balasan