Pemimpin Tertinggi Republik Revolusi Islam Iran, Ayatollah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, saat berpidato di depan ribuan orang di Tehran, Minggu (6/7), saat memperingati milad Imam Ali bin Abi Thalib (as), mengingatkan bahwa kebutuhan paling penting bagi dunia Islam, khususnya bangsa Iran saat ini adalah persatuan serta kewaspadaan dalam menghadapi tipu daya musuh yang berusaha menebar perpecahan. Untuk itu dia menekankan rakyat Iran harus menjaga persatuan, kasih sayang antar sesama, mempertahankan semangat, dan melanjutkan derap laju revolusi serta tepat dalam menentukan kawan maupun lawan. Lebih lanjut diingatkan bahwa ada intervensi musuh yang berupaya menciptakan perpecahan pada bangsa Iran.
Menyinggung pemilihan umum 12 Juni lalu yang telah menimbulkan gelombang protes, korban jiwa serta seruan keprihatinan luar negeri, Pemimpin tertinggi Iran itu mengatakan adalah merupakan pesta demokrasi yang sesungguhnya. Dimana partisipasi 40 juta rakyat pemilih dalam pemilu itu merupakan anugerah Ilahi yang patut disyukuri.
Dan kepada negara-negara barat Ayatollah Al-Udzma Khamenei dengan keras mengingatkan untuk tidak melakukan intervensi dalam urusan internal Iran.
“Sejumlah pemimpin dan pejabat tinggi Barat termasuk Presiden, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri secara jelas dan transparan melakukan intervensi dalam urusan internal Iran yang tak ada sangkut pautnya dengan mereka. Anehnya mereka mengaku tidak intervensi, padahal secara jelas mereka memprovokasi para pengacau lalu menyebut bangsa Iran sebagai bangsa perusuh.”
Menyinggung aksi protes dalam negeri, Pemimpin Iran kelahiran 18 April 1939 dengan nama Ali itu juga mengingatkan bahwa para pengacau keamanan pasca pemilu yang segelintir orang itu telah menerima uluran dana dari Barat untuk misi-misi tertentu.
“Wajar jika ada sekelompok orang yang terpukul dan sedih ketika kandidat yang dijagokannya tak memenangi pemilu. Tapi ini bukan berarti kerusuhan. Sebab, pemilu menentukan mayoritas dan minoritas dalam sebuah negara yang memiliki aturan. Karena itu tak benar jika lantas media-media Amerika dan Eropa yang notabene dikuasai
orang-orang Zionis menyebut rakyat Iran sebagai perusuh. Ini jelas pelecehan terhadap bangsa Iran. Mereka harus berhati-hati dalam berucap dan bersikap. Sebab rakyat Iran pasti akan bereaksi oleh setiap ucapan dan sikap mereka.
Kita, akan memperhitungkan seluruh pernyataan dan sikap intervensi negara-negara Barat, dan pasti, untuk ke depan penilaian kita akan berdampak negatif pada hubungan Republik Islam Iran dengan mereka.” Khamenei menambahkan, “Pemerintahan Islam ini telah memiliki pengalaman yang tangguh sepanjang tiga puluh tahun. Pukulan telak akan disarangkan bangsa Iran ke muka sejumlah negara Barat bila sekiranya ini ternyata belum menyadarkan mereka. Mereka yang rakus terhadap negeri dan bangsa ini harus siap membayar kesalahan dengan mahal.”
irna
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: arab, demokrasi, iran, Islam, muslim, pemilu


