Wartawan Radar Madura Diancam Dibunuh
Wartawan Radar Madura, Nadi Mulyadi, melaporkan ancaman pembunuhan ke Kepolisian Resor Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Ancaman dikeluarkan berkaitan dengan tulisan Nadi soal dugaan kasus korupsi senilai Rp 1 miliar yang dilakukan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan, Abdus Ra`ie, saat menjabat sebagai kepala dinas koperasi.
Dalam berita berjudul Kejari Bakal Periksa Mantan Kadis Koperasi yang dimuat pada 15 Mei, Nadi memberitakan tim penyidik Kejaksaan Negeri Pamekasan menyebutkan Abdus Ra`ie sebagai tersangka dalam kasus itu. Namun Jumat siang, Abdus Ra`ie menelepon Nadi dan mengancam akan membunuhnya karena kasus tersebut selalu ditulis.
“Kenapa Anda selalu menulis saya. Kan saya sudah sering ditulis. Awas, kalau nulis terus, saya akan menyuruh bajingan menghabisi Anda,” kata Abdus Ra`ie melalui saluran telepon sekitar pukul 14.20 WIB, Jumat sore. Ancaman via telepon berdurasi 01.02 menit itu direkam Nadi dan dijadikan sebagai barang bukti.
“Saya akan laporkan ke polisi hari ini juga. Sebab tulisan saya sudah sesuai dengan kaidah jurnalis dan fakta yang sebenarnya terjadi,” kata Nadi Mulyadi, Sabtu (16/5) pagi.(YNI/ANTARA)









mas wartawan ayo maju terus pantang mundur jangan takut itu semua gertakan kita harus percaya bahwa yang benar yang akan menang amien
bunuh saja nadi mulyadi itu wartawan bodrex
hancur” maduraaaaaaaaaaaaaaaa
macam mana nak majukan bangsa kalau pemimpin kita pencuri alias perompak.anehnya lagi kenapa polisi diam saja,apa tunggu pertumpahan darah……..?
banyak wartawan yang mengalami cobaan dan rintangan tapi jangan takut maju terus pantang mundur, key!
Bagi para petugas yang bertugas di dalam kebenaran harap ikut berpartisipasi dalam menegagkan kebenaran……
Diselidiki dulu mana yang benar dan mana yang salah…..
Kejujuran Adalah Pegangan para pemimpin….!!!