Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

3 Kebiasaan Utama Presenter Andal

Presenter TV merupakan pekerjaan yang menjanjikan popularitas,
kepuasan
kerja dan peluang jaringan yang amat luas. Pekerjaan presenter TV
tidak
hanya menyampaikan informasi tetapi mereka juga harus mampu
meng”entertain”
pemirsanya. Selain itu presenter TV sekarang bukan hanya terlibat
dalam
memandu acara, mengenalkan dan menginterview bintang tamu tapi lebih
dari
itu mereka juga dituntut memiliki keahlian pada saat merencanakan,
meneliti,
dan menulis script yang mereka bawakan sebelum disiarkan. Kompleksitas
keahlian yang harus dimiliki seorang presenter TV dimulai dengan 3
habit
utama seorang presenter :

1. Berlatihlah sebanyak mungkin,

Jangan pernah merasa puas dengan performa yang anda miliki sekarang.
Berlatihlah menulis script anda sendiri dan berlatihlah didepan
cermin.
Tidak ada salahnya anda mengajak teman anda untuk diinterview juga
didepan
cermin. Jika anda merasa telah mahir tidak ada salahnya anda
memberikan
keahlian anda secara gratis kepada lembaga sosial yang membutuhkan
anda
untuk presentasi secara gratis. Anggap saja anda telah dibayar dengan
kesempatan yang penting buat anda. Ingat “practice makes perfect”

2. Bekerja keras dan jangan pernah menyerah

Pekerjaan menjadi presenter TV melibatkan emosi dan perasaan bukan
hanya
pada saat membawakan acara tetapi sebelum running acara dan evaluasi
setelah
acara dibawakan. Seringkali presenter TV harus mengurangi waktu tidur
mereka
untuk melihat berbagai jenis acara sebagai inspirasi ataupun
benchmarking
buat acara mereka.

3. Ciptakan image anda sendiri

Jangan pernah meniru orang lain, jadilah diri anda sendiri pada saat
membawakan suatu acara. Pencitraan ini amat penting bagi seorang TV
presenter.

Selamat mencoba menjadi TV presenter, Good Luck

IBSC TV Presenter mulai 7 Januari 09 pindah ke

Jln Pengadengan Timur Raya no 4 Jakarta Selatan 12770

T 021.9373 3943 / 0856 8607709
www.ibsctvpresenter.com

9 Februari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , | 1 Komentar

Dugaan Korupsi Buku DAK dari Kertas Daur Ulang

SAMPANG – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang terus
melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK)
2007 di lingkungan Kandepag dan dinas pendidikan (disdik). Hasil
terbaru, kertas buku DAK diketahui kertas daur ulang.

Kepala Kejari Sampang Deddy Suwardy Surachman melalui Kasi Pidsus
Akhmad
Misjoto manyatakan semakin yakin bahwa ada indikasi kuat buku DAK
tidak
sesuai spesifikasi. Sebab, kertas yang digunakan untuk pembuatan buku
DAK adalah kertas hasil recycle atau daur ulang.

“Seharusnya, kertas yang digunakan adalah kertas HVS. Sebab,
penggunaan
kertas HVS ini sudah ditegaskan dalam petunjuk teknis (juknis) buku
DAK.
Jadi, ini sudah melenceng dari ketentuan yang ada,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan kertas daur ulang untuk buku DAK ini terungkap
dalam pemeriksaan ahli dari PT Leces Probolinggo. “Saat diperiksa tim
penyidik pada 16 Januari lalu, Ir Moh. Nugroho Basuki selaku manager
pengendalian mutu PT Leces Probolinggo menegaskan bahwa kertas buku
DAK
bukan kertas HVS, tapi kertas hasil daur ulang,” imbuhnya.

Penggunaan kertas daur ulang ini, menurut Misjoto, tentu menimbulkan
kerugian negara. Sebab, harga kertas HVS per kg sekitar Rp 11.600 dan
harga kertas daur ulang cuma Rp 7.600 per kg. “Sementara jumlah buku
DAK
dari 30 SD/MI se Kabupaten Sampang yang diduga kuat menggunakan kertas
daur ulang sekitar 1.110 ekslempar,” ungkapnya.

Kini penyidik tengah mendalami tahapan percetakan buku DAK. Kuat
dugaan,
pencetakan buku DAK juga ada penyimpangan. “Khusus masalah percetakan
buku DAK, dilimpahkan kepada salah seorang jaksa Kejati Jawa Timur
yang
ditunjuk sebagai tim penyidik kasus dugaan tipikor DAK,” terang
Misjoto.

Jaksa kelahiran Pademawu, Pamekasan, ini menambahkan, penyidik juga
sedang mendalami spesifikasi alat multimedia berupa komputer jinjing
(laptop). Sebab, pengadaan laptop 30 lembaga pendidikan penerima dana
DAK 2007 diduga kuat tidak sesuai juknis.

“Untuk memerlancar proses pemeriksaan saksi dan memastikan pengadaan
laptop sesuai dengan spesifikasi maupun juknisnya, kami akan
melibatkan
ahli dari ITS Surabaya. Surat permohonan saksi sudah kami layangkan
kepada pihak ITS pekan lalu,” pungkas Misjoto.

Sekadar mengingatkan, DAK yang dikucurkan pemerintah pada 2007
mencapai
Rp 19.273.000.000. Sementara dana pendamping APBD yang dikeluarkan
Pemkab Sampang sekitar Rp 2.477.000.00. Artinya, jumlah total dana
segar
yang diberikan kepada 87 SD/MI se Kabupaten Sampang mencapai Rp
21.750.000.000. Tapi, yang diduga menyimpang tercatat 30 lembaga.

Saat itu masing-masing SD/MI menerima dana sekitar Rp 250 juta. Dana
dimanfaatkan membiayai kegiatan fisik bangunan Rp 100 juta dan sisanya
untuk biaya pengadaan buku sebesar Rp 150 juta. Kasus ini diusut
karena
ada indikasi tipikor dalam pengadaan buku DAK yang diduga kuat tidak
sesuai spesifikasinya. (yan/mat)

Sumber: Jawa Post, Radar Madura

9 Februari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.