<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: ANAK MUDA, JANGAN MAU DIBODOHI INDUSTRI ROKOK…</title>
	<atom:link href="http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/</link>
	<description>Cuma Berekspresi doang!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 02:52:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sholihin_lmg</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-548</link>
		<dc:creator>sholihin_lmg</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 00:21:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-548</guid>
		<description>selamat pagi,salam kenal smuanya!!
&quot;TUHAN 10 cm,itulah ROKOK&quot;
saya dulu waktu masih sma pernah coba-coba merokok,tapi setelah melihat bapak saya muntah darah karena rokok,akhirnya saya putuskan untuk berhenti merokok.
kalau dikalkulasi,dgn penghasilan UMP Rp.850.000,- perbln.kalau dlm 1hr satu bngks,dgn harga Rp.10.000,- dikali 30 hari jadi 300.000,-belum untuk biaya istri dan sekolah anak.apakah kita mau jadi ayah yang egois,yg tdk bisa menyekolahkan anak karena penghasilah kita tdk cukup karena kita habiskan untuk beli rokok?!.
tanyakan pada hati nurani kalian.!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat pagi,salam kenal smuanya!!<br />
&#8220;TUHAN 10 cm,itulah ROKOK&#8221;<br />
saya dulu waktu masih sma pernah coba-coba merokok,tapi setelah melihat bapak saya muntah darah karena rokok,akhirnya saya putuskan untuk berhenti merokok.<br />
kalau dikalkulasi,dgn penghasilan UMP Rp.850.000,- perbln.kalau dlm 1hr satu bngks,dgn harga Rp.10.000,- dikali 30 hari jadi 300.000,-belum untuk biaya istri dan sekolah anak.apakah kita mau jadi ayah yang egois,yg tdk bisa menyekolahkan anak karena penghasilah kita tdk cukup karena kita habiskan untuk beli rokok?!.<br />
tanyakan pada hati nurani kalian.!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Cristian</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-421</link>
		<dc:creator>Cristian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 01:54:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-421</guid>
		<description>Merokok itu justru lebih banyak manfaatnya.  Bagi tubuh akan terbangun sistem imun akibat berbagai racun itu. Bagi lingkungan akan terbangun suatu sistem setia kawanan yang tidak pernah orang bayangkan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, termasuk terciptanya jutaan lapangan kerja pada berbagai lapisan masyarakat.
Dengan demikian efek positifnya lebih besar bahkan terlampau besar untuk alasan keracunan atau ketergantungannya bagi kehidupan manusia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Merokok itu justru lebih banyak manfaatnya.  Bagi tubuh akan terbangun sistem imun akibat berbagai racun itu. Bagi lingkungan akan terbangun suatu sistem setia kawanan yang tidak pernah orang bayangkan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, termasuk terciptanya jutaan lapangan kerja pada berbagai lapisan masyarakat.<br />
Dengan demikian efek positifnya lebih besar bahkan terlampau besar untuk alasan keracunan atau ketergantungannya bagi kehidupan manusia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aku</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-397</link>
		<dc:creator>Aku</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 14:15:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-397</guid>
		<description>Rokok enak wae..:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rokok enak wae..:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sukan</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-359</link>
		<dc:creator>Sukan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 14:42:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-359</guid>
		<description>Saya lebih yakin kalo tubuh kita secara alami akan mampu menghadapi berbagai serangan infeksi, jangan lupa imunisasi adalah buktinya, dengan imunisasi justru budi kita lebih kebal dan kuat.
Saya kira cara berpikir Pak Baradja dkk harus lebih luar lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya lebih yakin kalo tubuh kita secara alami akan mampu menghadapi berbagai serangan infeksi, jangan lupa imunisasi adalah buktinya, dengan imunisasi justru budi kita lebih kebal dan kuat.<br />
Saya kira cara berpikir Pak Baradja dkk harus lebih luar lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sriyati Ahmad</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-357</link>
		<dc:creator>Sriyati Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 00:20:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-357</guid>
		<description>Mas Fuad Baradja, maaf saya nimbrung, saya Cewek dan tidak merokok. Kebetulan bapak saya nama Fuad juga.
Tapi ini bukan ngomong soal bapak saya tapi soal adiksi rokok yang mas katakan pada Baram di atas. 
Saya sedikit setuju dengan Bram bahwa tubuh kita akan mampu menangani infeksi yang dialami tubuh secara alami. Mungkin mas pernah dengar tentang satu keluarga yang suka mengkonsumsi obat nyamuk bakar? Mereka tidak mati kan? Mas Fuad ingat, orang merokok tidak bisa sebebas mengkonsumsi miras yang bisa membunuh karena berlebihan. Dalam kehidupan kita sehari-hari juga sering terpaksa kita mengkonsumsi racun baik lewat makanan sehari-hari maupun lewat udara yang kita hirup. Mas Fuad, sepupu saya dari desa harus sakit-sakitan saat di Jakarta sebab dia terlalu hidup bersih di desanya, berbeda dengan jakarta yang penuh polusi dengan jutaan racun yang berterbangan? Demikian juga anak pertama abang saya harus sakit-sakitan karena terlalu bersih. 
Soal ketergantungan itu disebabkan banyak faktor. Bentuk rokok, serta kemudahan memperolehnya juga penyebabnya ketergantungan. Contoh kasus lain keponakan saya tengah malam pun akan bangun minum air es, dimana pun dia pergi akan mencak-mencak cari air es, apakah itu mengandung zat adiksi? Salah satu mbak saya suka mencabut-cabut rambutnya dimanapun dia duduk, apakah itu disebabkan zat adiksi juga?
Pengamatan saya kenapa rokok dimadati orang itu karena bentuknya serta kemudahan memperolehnya. Faktor lain karena gaya hidup, al karena pergaulan. Rokok menjadi media bergaul yang paling baik saat ini karena tidak ribet. Jangan lupa rokok juga membantu banyak jiwa untuk hidup lebih baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Fuad Baradja, maaf saya nimbrung, saya Cewek dan tidak merokok. Kebetulan bapak saya nama Fuad juga.<br />
Tapi ini bukan ngomong soal bapak saya tapi soal adiksi rokok yang mas katakan pada Baram di atas.<br />
Saya sedikit setuju dengan Bram bahwa tubuh kita akan mampu menangani infeksi yang dialami tubuh secara alami. Mungkin mas pernah dengar tentang satu keluarga yang suka mengkonsumsi obat nyamuk bakar? Mereka tidak mati kan? Mas Fuad ingat, orang merokok tidak bisa sebebas mengkonsumsi miras yang bisa membunuh karena berlebihan. Dalam kehidupan kita sehari-hari juga sering terpaksa kita mengkonsumsi racun baik lewat makanan sehari-hari maupun lewat udara yang kita hirup. Mas Fuad, sepupu saya dari desa harus sakit-sakitan saat di Jakarta sebab dia terlalu hidup bersih di desanya, berbeda dengan jakarta yang penuh polusi dengan jutaan racun yang berterbangan? Demikian juga anak pertama abang saya harus sakit-sakitan karena terlalu bersih.<br />
Soal ketergantungan itu disebabkan banyak faktor. Bentuk rokok, serta kemudahan memperolehnya juga penyebabnya ketergantungan. Contoh kasus lain keponakan saya tengah malam pun akan bangun minum air es, dimana pun dia pergi akan mencak-mencak cari air es, apakah itu mengandung zat adiksi? Salah satu mbak saya suka mencabut-cabut rambutnya dimanapun dia duduk, apakah itu disebabkan zat adiksi juga?<br />
Pengamatan saya kenapa rokok dimadati orang itu karena bentuknya serta kemudahan memperolehnya. Faktor lain karena gaya hidup, al karena pergaulan. Rokok menjadi media bergaul yang paling baik saat ini karena tidak ribet. Jangan lupa rokok juga membantu banyak jiwa untuk hidup lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fuad Baradja</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-356</link>
		<dc:creator>Fuad Baradja</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 14:39:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-356</guid>
		<description>Buat Bram...
Gini Bram , kamu boleh bilang apa saja . Boleh bilang bahwa kamu merokok hanya kebiasaan saja atau bahkan gaya hidup .
Tapi yang jelas semua orang di dunia ini merokok karena adiksi atau kecanduan.
Mungkin anda pernah mendengar seorang anak asal Malang yang mulai merokok di usia 2,5 tahun . Sekarang usianya 4 tahun dan sudah merokok hingga 4 - 5 batang perhari . Mungkinkah dia merokok karena gaya hidup ?. Ada pula seekor monyet di kebun binatang Shen Zhen , Cina yang menjadi perokok gara gara ada pengunjung bonbin yang memberinya rokok , kira kira gaya hidup apa yang dianut oleh monyet tersebut ? Seseorang menganut suatu gaya hidup biasanya untuk memperbaiki penampilan , agar dilihat keren oleh orang lain . Kalau benar begitu , untuk dilihat oleh siapa bila seseorang merokok di WC atau ditengah malam kala di kamar sendirian ?
Gaya hidup merokok adalah hasil dari masifnya iklan rokok yang merajalela karena memang dibiarkan oleh pemerintah yang naif ini.
Asal anda tahu bram , di seluruh dunia , iklan rokok di TV itu hanya ada di Indonesia dan Zimbabwe. 
Saya sarankan berhentilah merokok sebelum rokok &quot;menghentikan&quot; anda.
Bila terasa sulit silahkan hub saya via email dulu aja di alamat  email saya : fuadbaradja@yahoo.com barangkali saya bisa bantu.
Thanks a lot buat yang udah baca .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Bram&#8230;<br />
Gini Bram , kamu boleh bilang apa saja . Boleh bilang bahwa kamu merokok hanya kebiasaan saja atau bahkan gaya hidup .<br />
Tapi yang jelas semua orang di dunia ini merokok karena adiksi atau kecanduan.<br />
Mungkin anda pernah mendengar seorang anak asal Malang yang mulai merokok di usia 2,5 tahun . Sekarang usianya 4 tahun dan sudah merokok hingga 4 &#8211; 5 batang perhari . Mungkinkah dia merokok karena gaya hidup ?. Ada pula seekor monyet di kebun binatang Shen Zhen , Cina yang menjadi perokok gara gara ada pengunjung bonbin yang memberinya rokok , kira kira gaya hidup apa yang dianut oleh monyet tersebut ? Seseorang menganut suatu gaya hidup biasanya untuk memperbaiki penampilan , agar dilihat keren oleh orang lain . Kalau benar begitu , untuk dilihat oleh siapa bila seseorang merokok di WC atau ditengah malam kala di kamar sendirian ?<br />
Gaya hidup merokok adalah hasil dari masifnya iklan rokok yang merajalela karena memang dibiarkan oleh pemerintah yang naif ini.<br />
Asal anda tahu bram , di seluruh dunia , iklan rokok di TV itu hanya ada di Indonesia dan Zimbabwe.<br />
Saya sarankan berhentilah merokok sebelum rokok &#8220;menghentikan&#8221; anda.<br />
Bila terasa sulit silahkan hub saya via email dulu aja di alamat  email saya : <a href="mailto:fuadbaradja@yahoo.com">fuadbaradja@yahoo.com</a> barangkali saya bisa bantu.<br />
Thanks a lot buat yang udah baca .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dede</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-346</link>
		<dc:creator>Dede</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 01:22:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-346</guid>
		<description>Nikmatnya merokok.. Sayang, mereka pengurus mui itu engak mau jujur untuk itu, makanya jangan merokok sembunyi-sembunyi dong!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nikmatnya merokok.. Sayang, mereka pengurus mui itu engak mau jujur untuk itu, makanya jangan merokok sembunyi-sembunyi dong!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: SAVE CHILDREN FROM SMOKE</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-344</link>
		<dc:creator>SAVE CHILDREN FROM SMOKE</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 00:43:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-344</guid>
		<description>Secondhand smoke, also know as environmental tobacco smoke (ETS), is a mixture of the smoke given off by the burning end of a cigarette, pipe or cigar and the smoke exhaled from the lungs of smokers. It is involuntarily inhaled by nonsmokers, lingers in the air hours after cigarettes have been extinguished and can cause or exacerbate a wide range of adverse health effects in children, including SIDS (Sudden Death Infant Syndrome), cancer, respiratory infections, ear infection and asthma.
Children’s exposure to secondhand smoke in Indonesia may be 43 Million.Around one-third of smokers - million people continue to smoke near children.Smoking by parents is the principal determinant of children’s exposure to secondhand smoke.
Please navigate to http://savechildfromsmokers.blogspot.com , and join this group : SAVE CHILD FROM SMOKE (Facebook Group) : working together make a smoke-free homes and smoke-free zones for all children. Dr Widodo Judarwanto, Jakarta Indonesia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Secondhand smoke, also know as environmental tobacco smoke (ETS), is a mixture of the smoke given off by the burning end of a cigarette, pipe or cigar and the smoke exhaled from the lungs of smokers. It is involuntarily inhaled by nonsmokers, lingers in the air hours after cigarettes have been extinguished and can cause or exacerbate a wide range of adverse health effects in children, including SIDS (Sudden Death Infant Syndrome), cancer, respiratory infections, ear infection and asthma.<br />
Children’s exposure to secondhand smoke in Indonesia may be 43 Million.Around one-third of smokers &#8211; million people continue to smoke near children.Smoking by parents is the principal determinant of children’s exposure to secondhand smoke.<br />
Please navigate to <a href="http://savechildfromsmokers.blogspot.com" rel="nofollow">http://savechildfromsmokers.blogspot.com</a> , and join this group : SAVE CHILD FROM SMOKE (Facebook Group) : working together make a smoke-free homes and smoke-free zones for all children. Dr Widodo Judarwanto, Jakarta Indonesia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bram</title>
		<link>http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-325</link>
		<dc:creator>Bram</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 07:46:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erensdh.wordpress.com/2008/12/03/309/#comment-325</guid>
		<description>Tidak, tidak, saya tidak merasa dibodohi karena merokok. Ini hanya kebiasaan dan gaya hidup saja.Soal racun, itu dengan sendirinya akan ditangani tubuh mungkin dengan sistim anti bodyoya atau apalah istilahnya. Intinya tubuh akan bereaksi untuk menangkal dan menyesuaikan diri bila ada infeksi dalam tubuh dalam batasan normal. Kita merokok juga untuk dinikmati bukan untuk mengenyangkan perut. Hidup tanpa rokok justru membuat stres yang justru memendekan umur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak, tidak, saya tidak merasa dibodohi karena merokok. Ini hanya kebiasaan dan gaya hidup saja.Soal racun, itu dengan sendirinya akan ditangani tubuh mungkin dengan sistim anti bodyoya atau apalah istilahnya. Intinya tubuh akan bereaksi untuk menangkal dan menyesuaikan diri bila ada infeksi dalam tubuh dalam batasan normal. Kita merokok juga untuk dinikmati bukan untuk mengenyangkan perut. Hidup tanpa rokok justru membuat stres yang justru memendekan umur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
