Pada selasa, 12 Agustus 2008, kemarin, Kompas pada versi online-nya memuat pernyataan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bidang Multimedia, Priyambodo RH, seusai diskusi tentang Jurnalisme Warga, di Jakarta, Selasa (12/8), mengatakan bahwa jangan pernah menganggap Jurnalis Warga itu tidak profesional, sebab menurut beliau yang memberi contoh bahwa ada kalangan profesi seperti dokter, geolog atau mereka yang kecewa dengan media masa serta kalangan profesional yang menggunakan gaya wartawan yang karena tidak mempunyai akses ke media masa lalu membikin blog.
Pada kesempatan itu juga beliau mengingatkan agar berpegang pada etika jurnalis dalam menyebarkan berita, serta jargon ‘kata-kata di balas dengan kata-kata’, sehingga tidak berujung di pengadilan.
Klik; http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/12/17202927/jurnalis.warga.belum.tentu.tak.profesional
Bagaimana pendapat anda? Saya yakin banyak dari anda yang sependapat dengan pak Priyambodo.
Demikian juga saya, sependapat, kenyataan bahwa banyak bloger yang memang adalah dari kalangan profesional, dan dalam pengungkapan ide-idenyapun sangat luar biasa baiknya, sangat profesional!
Saya benar-benar menikmati tulisan mereka, atau bahkan tulisan anda juga sangat enak-gurih untuk di santap sesuai dengan mood saya.
Bahkan bagi saya para bloger yang adalah Jurnali Warga telah menjadi pahlawan-pahlawan tanpa pamrih dalam pencerahan bangsa.
Setuju?
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Add new tag, Jurnalis


[...] -. Erensdh’s Blog [...]
Bung,
berkaitan dengan topik ini, maka jika berkenan silakan saja berkunjung ke http://cyberjournalism.wordpress.com
terima kasih atas perhatiannya, salam sukses senantiasa di antara kita semua… Tku.-
Enak dong yang memfitnah?
Buat pak priyambodo, makasih telah berkunjung kesini, makasih lagi untuk sumbangan sembakonya, sudah ta unduh.
udah 2 malam ini ta berdoa buat pak biar sukses selalu, sukses buat anda!
Jurnalis warga? Apaan tuh? Jenis setan apa lagi?
sebaliknya pasti lbih banyak yang sembrono, sebab kurang pendidikan!
Para jurnalis warga sering kali kurang modal buat ngejar-ngejar berita hangat, jadi sering telat liputin berita yang sebenarnya.
Kata-kata dibalas kata-kata? Bukankah ini rumit? Bukankah ini akan lebih banyak menyeret atau melibatkan orang lain atau pihak lain? Apalagi mereka ini bukan kalangan yang resmi, yang tau etika atau aturan jurnalis, sekalipun bisa saja mereka profesional dalam bidangnya, tapi jurnalis adalah berarti menyangkut media massa? Coba lihat banyak tulisan mereka, mungkin iya, cerdas, pintar berkata-kata, tapi sekali-lagi, tidak tau etika! Contohnya, menulis tentang agama orang lain, berani sekali, tapi tanpa pemahaman yang cukup, sudah itu mereka umumnya justru tidak mampu menerima respon balik! Benar-benar kacau!
Aku pikir, kata-kata dibalas kata-katanya bpk Priyo ini tidak tepat untuk kalangan ini, ini hanya akal-akalan untuk mengacaukan dunia jurnalis belaka.